Dua Siswa SDMM Ikuti Final Kompi, Kompetisi Perpaduan Matematika dan Pendidikan Agama

149
Pasang Iklan Murah
Rombongan finalis Kompi KPM Cabang Surabaya di Stasiun Pasar Turi Surabaya. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik mengikuti final Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (Kompi). Final Kompi ini akan digelar Ahad, (10/11/19) di SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka adalah Daiyan Mahya Athallah dan ‘Abidah Kaysah Al Barkah, siswa kelas IV.

Kompetisi yang memadukan pelajaran Matematika dan Pendidikan Islam ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Sebelumnya, penyisihan Kompi pada Ahad (6/10/19) diikuti 8.504 peserta yang tersebar di 41 kabupaten dan kota dari 12 propinsi, di antaranya Aceh Besar, Jambi, Pekanbaru, Serang, Tangerang Selatan, Jakarta Timur, Depok, Cikarang, Bogor, Banjar, Ciamis, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Semarang.

Juga Purwokerto, Solo, Magetan, Madiun, Ngawi, Lamongan, Bojonegoro, Kota Malang, Kabupaten Maang, Jombang, Tulungagung, Lumajang, Surabaya, Nganjuk, Gresik, Banyuwangi, Sidoarjo, Ponorogo, Tuban, Blitar, Jember, Kota Kediri, Makasar, Palu, Timika, dan Sorong.

Daiyan Mahya Athallah dan ‘Abidah Kaysah Al Barkah bersama penulis saat keberangkatan finalis Kompi di Stasiun Pasar Turi Surabaya. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)

Koordinator Tim Matematika Athiq Amiliyah SDMM mengatakan, materi Kompi lebih kompleks dari lomba Matematika biasanya. Pasalnya, anak-anak harus menghafal beragam hal yang terkait Pendidikan Islam, seperti bulan Hijriah, ayat dan surat dalam Alquran, sampai perhitungan waris. “Yang paling sulit di awal adalah menghitung waris,” ujarnya saat dihubungi PWMU.CO, Kamis (7/11/19).

Dua siswa ini berangkat bersama rombongan finalis Kompi yang difasilitasi oleh KPM Cabang Surabaya. Dari 54 orang total keseluruhan yang mengikuti rombongan dari Surabaya, 39 di antaranya siswa, selebihnya adalah guru pembina atau orangtua. Rombongan ini berangkat dari Stasiun Pasar Turi Surabaya pada 8 November 2019 dan kembali pada 11 November 2019.

Athiq berharap kedua siswanya dapat meraih hasil yang optimal pada babak final nanti. Baginya, yang terpenting adalah proses belajar dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. “Bismillah, semoga lancar,” harapnya. (*)

Penulis Ria Pusvita Sari. Editor Mohammad Nurfatoni.