Arumi Bachsin: Nilai-Nilai Positif Anak Harus Dibangun dari Rumah

96
Pasang Iklan Murah
Arumi Bachsin, moderator, dan pembicaran lainnya. (Prima Mari Kristanto/PWMU.CO)

PWMU.CO – Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2019, Jumat (8/11/19), di Convention Hall Grand City Surabaya, menghadirkan talkshow parenting bertema “Mendidik Generasi Muslim Milenial”.

Narasumber yang dihadirkan adalah Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin, Kepala SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya M. Syaikhul Islam dan pakar parenting dari Jakarta, Edy Wiyono alias Ayah Edy.

Acara yang dipandu Ben Kasyafani itu berlangsung interaktif. Syaikhul menyitir nasehat khalifah Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anakmu sesuai zamannya.” Sekarang adalah zaman now, era milenial, sebagai zaman anak-anak hari ini.

Menurut dia ‘harga’ pendidikan saat ini relatif murah hari ini. “Belikan masa depan anakmu dengan harga hari ini,” ujarnya. Semua yang terkesan mahal hari ini masih murah jika dibandingkan harga suatu saat nanti. “Religiusitas, karakter, literasi, dan kolaborasi sebagai bekal untuk generasi milenial,” imbuhnya.

Arumi Bachsin memberi tips bahwa value atau nilai-nilai positif anak harus dibangun dari rumah. “Jadikan rumah sebagai pondasi nilai utama dan sekolah sebagai pondasi ke dua untuk anak,” kata istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak ini.

Sementara Ayah Edy menyitir kisah Sahabat yang mengeluhkan anaknya pada Rasulullah SAW. Tips yang diberikan Rasulullah ternyata simple yaitu ubahlah dirimu menjadi pedakwah.

Ayah Edy juga mewanti-wanti bahaya gadget apalagi situs porno. “Anak-anak yang mulai kecanduan gadget tandanya kurang aktivitas,” katanya.

Penulis buku Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga itu mengajak para orangtua untuk menggali hobi anak-anaknya agar terhindar dari kecanduan gadget.

“Setelah anak sibuk dengan hobinya silat, taekwondo, melukis, menari misalnya, insyallah bisa terhindar dari kecanduan gadget dan situs-situs negatif,” katanya. (*)

Kontributor Prima Mari Kristanto. Editor Mohammad Nurfatoni.