Orang Malaysia Kunjungi Panti Muhammadiyah, Begini Komentarnya

173
Pasang Iklan Murah
Rombongan Institut Sosial Malaysia diapit oleh dua pengurus MPS PWM Jatim Zainal Arifin, paling kiri, dan Zaenal Abidin, kanan. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Medokan Ayu Surabaya kedatangan tamu dari Malaysia, Ahad (10/11/19). Sebanyak 9 orang dari Institut Sosial Malaysia (ISM) melakukan studi banding ke panti ini.

Kedatangan mereka disambut atraksi Tapak Suci oleh anak asuh panti ini. Dilanjutkan dengan jamuan makan siang dengan menu lalapan lele dan gulai kambing.

Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Zainal Arifin MPdI menyampaikan, PAM dan PA Aisyiyah (PAA) di Jatim memberikan layanan yang cukup lengkap.

“Selain layanan anak dan remaja, beberapa PAM dan PAA juga memberikan layanan kepada bayi, lansia bahkan tuna netra. Seperti di PAM Medokan Ayu ini lebih fokus ke layanan bayi atau balita,” ujarnya.

Ketua PAM Medokan Ayu Suprapto SPd menjelaskan, saat awal berdiri pada tahun 2011 panti ini adalah panti anak dan remaja. “Karena ada pindahan dari panti bayi Wiyung pada 2013, maka bertambah menjadi layanan bayi, anak dan remaja. Saat itu kami menerima 10 bayi dari Wiyung,” jelasnya.

Suprapto menambahkan, saat ini anak asuh di pantinya berjumlah 42 anak. “Sebagian besar adalah balita dengan jumlah 20 anak. Sisanya adalah anak-anak mulai tingkat SD hingga SMA. Bahkan satu anak sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu perwakilan dari ISM Puan Zalina binti Haji Awang Mamat menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang istimewa.

“Luar biasa penampilan beladiri Tapak Suci anak-anak. Mereka tampil percaya diri meski berlatar belakang anak panti asuhan. Menu makannya juga istimewa, karena lele berasal dari usaha kolam lele panti ini,” ungkapnya.

Puan Zalina menjelaskan, Institut Sosial Malaysia adalah sebuah lembaga diklat yang bergerak dalam peningkatan layanan sosial di Malaysia. “Kami melakukan kunjungan di Indonesia khususnya Jawa Timur,  untuk melihat bentuk-bentuk layanan sosial yang ada di Indonesia,” terangnya.

Dia juga mengapresiasi peran lembaga non pemerintah di Indonesia seperti Muhammadiyah yang mempunyai kepedulian tinggi kepada yang membutuhkan pertolongan.

“Saya surprise di Jatim saja ada lebih dari 100 panti asuhan Muhammadiyah. Ini sungguh kepedulian yang luar biasa,” sambungnya.

Di akhir sambutannya Puan Zalina berharap jalinan silaturrahim dan kerja sama antar bangsa ke depan perlu ditingkatkan. “Kami mengundang Bapak dan Ibu untuk bisa melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga sosial anak di Malaysia,” pintanya.

Sebelum kunjungan diakhiri, perwakilan PAM Medokan Ayu dan Institut Sosial Malaysia saling bertukar cendera mata. Selanjutnya ISM dijadwalkan akan mengunjungi PAM Dinoyo Malang pada Selasa (12/11/19) dan PAA Tunanetra Terpadu Ponorogo pada Rabu (13/11/19).

Penulis Sugiran   Editor Sugeng Purwanto