Belajar Membuat Poster Eksplanasi, Begini Hasilnya

144
Pasang Iklan Murah
Nazwa Natania, tiga dari kiri, dan kelompoknya memamerkan poster Tsunami Aceh. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Berkreativitas saat belajar menjadi kunci sukses dalam memahami materi belajar di kelas. Inilah yang dilakukan siswa kelas VIII ICP (International Class Program) SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) saat belajar materi teks eksplanasi, Senin (11/11/12).

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia itu siswa yang dibagi lima kelompok berkreasi membuat poster eksplanasi dengan tema beragam. Yaitu Sejarah Yogyakarta, Sejarah Batik Cirebon, Sejarah Jakarta, Tsunami Aceh, dan Tari Kecak.

Selain berbekal kertas asturo, siswa juga menggunakan spidol, brushpen, stabilo, koran bekas, gunting, isolasi, lem, dan juga gambar bertema yang diprint dari internet.

“Kelompok saya membuat poster Tsunami Aceh, jadi kami mencari referensi dari internet tentang kejadian yang melanda tahun 2004 ini,” ujar Nazwa Natania, saat mengerjakan poster di kelas.

Siswa yang baru menyabet medali emas bidang Matematika di ajang Olympicad bulan lalu ini mengidentifikasi kejadian Tsunami Aceh mulai dari kekuatan gempa, tinggi gelombang, daerah yang berdampak paling parah terkena tsunami sampai dengan jumlah korbannya juga.

Nazwa, sapaan akrabnya, menambahkan poster selain ada unsur gambar di dalamnya juga harus ada konten materi struktur mulai dari identifikasi fenomena, rangkaian kejadian (kausalitas dan kronologis), dan ulasannya.

Ketiga struktur tersebut, menurutnya, ada kunci dalam membuat teks eksplanasi. Sedangkan unsur gambar yang ditempel di poster sebagai daya tarik.

“Sebagai unsur persuasif dari poster sehingga poster lebih hidup,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan Marsha Yohan Widyarahma. Cewek yang hobi menyanyi ini bersama kelima temannya membuat poster tentang sejarah Batik Cirebon.

Marsha menjelaskan, Batik Cirebon ada keunikan sehingga menarik untuk dijadikan teks eksplanasi di poster inti.

“Keunikannya adalah menggabungkan budaya China dan Sunda. Sedangkan warna, biru, merah, dan hitam dijadikan sebagai warna khasnya,” paparnya.

Batik Mega Mendung adalah contoh batik yang menggabungkan China dan Sunda khususnya Islam. Marsha mengungkapkan, awan dalam budaya Tionghoa melambangkan dunia atas sedangkan dalam Islam memiliki arti setiap manusia harus selalu ingat Tuhan.

Teks eksplanasi yang dibuat Nazwa dan Marsha adalah contoh kreativitas belajar dalam memahami materi dalam bentuk poster. Tidak hanya mengikuti pembelajaran literasi baca tulis, mereka juga melakukan literasi sains. (*)

Kontributor Ichwan Arif  Editor Sugeng Purwanto