Pakai Kalender Muhammadiyah Rukyatul Hilal Tak Habiskan Rp 8 M

297
Pasang Iklan Murah
Ustadz Musyaffa mengisi pengajian Ahad PCM Pare. (Suparlan/PWMU.CO)

PWMU.CO-Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM ) Pare Kediri menyelenggarakan pengajian di Klinik Muhammadiyah, Ahad (9/11/2019). Hadir sebagai pembicara Ustadz Musyaffa, anggota Majelis Tarjih  PWM Jawa Timur.

Dalam ceramahnya dia menyampaikan pentingnya memiliki kalender terbitan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Dengan kalender ini, kita bisa mengetahui awal dan akhir Ramadan.

Dia menjelaskan, dalam kalender Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1441 H/2020 M sudah diketahui jatuh pada hari Jumat Kliwon 24 April 2020 M. Dengan pertimbangan ijtima’ pada hari Kamis Wage 23 April 2020 M pada pukul 09.29.01 WIB. Matahari terbenam terlihat di Yogyakarta : +03 53′ 09″.

Ditambahkan, untuk menentukan awal dan akhir Ramadan seperti ini Kementerian Agama sampai menganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar padahal di kalender Muhammadiyah sudah ada.

Wis wayahe Kementerian Agama belajar banyak kepada Muhammadiyah. Tidak usah membuang-buang dana Rp 8 miliar hanya untuk menentukan awal maupun akhir Ramadan. Padahal di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menentukan awal dan akhir Ramadan telah diketahui hingga tahun 2067,” ujarnya.

Menurut dia, sidang isbat itu tak diperlukan lagi. Menteri tinggal mengetuk palu saja. Sebab sebenarnya semuanya sudah tahu kapan terjadinya awal dan akhir Ramadan. ”Mungkin karena gengsi atau menghabiskan anggaran sehingga mengadakan sidang isbat,” tandasnya.

Diterangkan, dalam kalender Muhammadiyah sudah bisa mengetahui kapan terjadinya gerhana matahari maupun gerhana bulan dan penanggalan Muhammadiyah itu belum pernah meleset.

Ustadz berputra dua ini melanjutkan, kalau Menteri Agama Fatchur Razi yang mantan jenderal dan orang Aceh ini berani merombak sistem rukyatul hilal maka pihak Muhammadiyah akan memberikan apresiasi.

Karena dana untuk melihat awal Ramadan sebesar Rp 4 miliar dan akhir Ramadan sebesar Rp 4 miliar sehingga  total Rp 8 miliar itu bisa dialokasikan untuk kesejahteraan anak yatim dan orang telantar. (*)

Penulis Suparlan  Editor Sugeng Purwanto