Tiga Hari Menunggu Momen, Akhirnya Benturan Pemain Ini Jadi Foto Terbaik

176
Pasang Iklan Murah
Alief bersama temannya Kinanti usai menerima penghargaan lomba foto di SMPN 12. (Agus/PWMU.CO)

PWMU.CO-Awalnya sekadar jeprat-jepret akhirnya menjadi hobi yang mengasyikkan. Alief, siswa SMP Muhammadiyah 3 Waru Sidoarjo (SMP Mugaru) yang hobi fotografi ini tak mau melewatkan semua momen di sekitarnya.

Semua dipotret dengan kamera DLSR atau HP. Peristiwa keseharian di sekolah, rumah, atau tempat lainnya tak lepas dari bidikannya. Ketrampilan fotografinya terasah makin bagus. Kualitas gambar yang ia ambil makin yahud.

Di antara jepretan kameranya ada yang mendapat penghargaan foto terbaik dalam lomba fotografi Rholas 2k19 yang diadakan SMP Negeri 12 Ngagel Kebonsari. Juara 1 fotografi itu meraih hadiah Rp 500 ribu.

Foto terbaik itu bejudul Benturan Pemain Basket. Mengabadikan momen pertandingan basket di SMPN 12. Dua pemain terjadi benturan. Ketika satu orang terjatuh, pemain lawannya mengulurkan tangan membantu untuk bangkit berdiri.

”Untuk menghasilkan foto itu nongkrongi pertandingan cukup lama. Menunggu ada momen yang menarik. Begitu terjadi  satu insiden benturan itu langsung memotret beruntun. Satu adegan pas mengulurkan tangan membantu lawan mainnya berdiri itu paling bagus sesuai tema lomba fotografi yaitu respek,” cerita Alief ditemui Kamis (14/11/2019).

Dia menjelaskan, lomba fotografi itu dilaksanakan 27 Oktober -3 November 2019 menyambut ulang tahun SMPM 12. Setiap peserta harus memotret kegiatan lomba perayaan ulang tahun sekolah itu.

”Saya datang waktu Sabtu-Ahad dan usai pulang sekolah. Saya tunggui hingga tiga hari sampai acara selesai pukul 18.00,” katanya. ”Kejadian benturan itu pas di hari ketiga 2 November 2019 jelang terakhir penyerahan foto,” tambahnya.

Semua peristiwa yang dipotret harus alami, sambung dia, bukan merekayasa peristiwa. ”Karena itu harus sabar menunggu momen yang pas. Kalau ada rekayasa hasilnya pasti tidak natural,” ujarnya menceritakan pemburuan objek fotonya.

Untuk ketrampilan fotografi ini dia mengucapkan terima kasih kepada pembina sinematografi di sekolahnya, Ustadz Fammi.

Guru ini yang sering mengajaknya memotret atau mengambil video kegiatan siswa. Setelah diedit video itu nangkring di Youtube. Dari sinilah kemahiran fotografi makin terasah. (*)

Penulis Agus Widiyanto  Editor Sugeng Purwanto