Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy Wafat, Ini Kenangan Haedar Nashir

6012
Bahtiar Effendy

PWMU.CO-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Bahtiar Effendy (61) wafat, Kamis (21/11/2019) dini hari pukul 00.00 di RSI Cempaka Putih Jakarta.

Kabar duka tersebut disampaikan putri Bahtiar, Atia Ajani, kepada Prof Din Syamsuddin lewat pesan singkat tadi malam. Din mengatakan, banyak kenangan dengan pakar politik yang sama-sama mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Bahtiar Effendy yang kelahiran Ambarawa, 10 Desember 1958, pernah menjabat Dekan FISIP UIN Jakarta tahun 2009. Dia dikenal sebagai intelektual muslim berintegritas. Pemikirannya sudah banyak ditulis menjadi buku.

Dia pernah mondok di Pesantren Pabelan. Kemudian kuliah di IAIN Jakarta setelah lulus tahun 1986 menjadi dosen di situ. Lalu 1988 menempuh pendidikan master ilmu politik dan studi Asia Tenggara di Ohio University Athens Amerika Serikat. Gelar doktor ilmu politik diselesaikan tahun 1994 di Universitas Negeri Ohio Columbus AS.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Bahtiar Effendy merupakan ahli ilmu politik Islam yang analisisnya tajam dan terfokus. Buku terjemahan disertasinya tentang Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia maupun pengantarnya untuk buku Olivier Roy tentang Kegagalan Politik Islam sangat mendalam dan faktual. 

Baca Juga:  Dari Tokoh Reformasi sampai Jihad Konstitusi, Amien Rais tentang Trademark Ketua Umum PP Muhammadiyah

“Demikian pula ketika memberi masukan-masukan tentang bagaimana Muhammadiyah menghadapi situasi politik kekinian, tajam dan bijak,” ujar Haedar tadi pagi.

“Ketika jam 00.15 kami menerima kabar duka, sungguh merasa kehilangan, Allah swt telah memanggilnya ke haribaanNya. Kita doakan almarhum Prof Bahtiar husnul khatimah, diampuni kesalahannya dan diterima amal ibadah serta amal salehnya,” ujarnya. 

Haedar juga berpesan kepada generasi muda Muhammadiyah untuk mencontoh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan Luar Negeri yang berwawasan luas itu. 

Baca Juga:  Tak Takut Risiko Berjuang, Ternyata Amien Rais dan Din Syamsuddin Praktikkan Ilmu Khouf

“Muhammadiyah berduka yang mendalam. Selamat jalan, semoga ridha dan karunia Allah swt menyertai kepergian almarhum,” tuturnya. (*)

Penulis/Editor Sugeng Purwanto