Prof Haedar Nashir: Muhammadiyah Telah Berbuat ketika Negara Belum Hadir

1594
Pasang Iklan Murah
Haedar Nashir di menandatangani sebuah prasasti di acara CRME 2019 di Limbung, Gowa, Sulsel. (Nadib Hamid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi mengatakan Cabang dan Ranting Muhammadiyah harus kaya dengan program-program unggulan, center of action.

Haedar menyampaikan itu dalam pembukaan Cabang Ranting Muhammadiyah Expo (CRME) 2019 di halaman SMA Muhammadiyah Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabpaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis (28/11/19).

Prof Haedar bertanya mengapa Muhammadiyah dicintai orang? Menurut dia, karena mereka mencintai Muhammadiyah karena memiliki pusat keunggulan yang tersebar di mana-mana.

“Dulu negara belum bangun sekolah, Muhammadiyah sudah bangun duluan. Negara belum bikin klinik, Muhammadiyah sudah bangun duluan. Inilah yang menyebabkan banyak orang yang cinta Muhammadiyah,” ujarnya langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Haedar pun memberikan contoh. Di Kampung Araren pelosok terjauh di Papua Barat hanya ada SD Inpres peninggalan Orde Baru yang sampai Era Reformasi belum ada perbaikan. Muhammadiyah lalu hadir dengan membangun TK, SMP, SMA/SMK. “Sehingga anak-anak di sana tidak perlu naik perahu kecil ke Sorong,” ungkapnya.

Ini bukti bahwa Muhammadiyah hadir ketika negara belum hadir. Muhammadiyah bergerak tanpa pamrih. Untuk itu Muhammadiyah jangan mudah resah, gelisah, dan mudah marah melihat keadaan.

“KH Ahmad Dahlan sampai di ujung hayatnya, di kala beliau sakit disuruh istirahat beliau tidak mau. Beliau menolak sambil berkata saya tidak akan melakukannya karena saya ingin meletakkan pondasi di mana nanti para pelanjut saya akan meneruskannya,” ujarnya.

Haedar juga berpesan agar warga menaga sprit ber-Muhammadiyah sebab di situlah kekuatan yang hakiki. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.