Ujian Tahfidh di Smamio Libatkan Penguji Siswa

99
Pasang Iklan Murah
Adi Amar, saat menjadi penguji dtahfidh di Smamio. (Hudzaifaturrohman for PWMU.CO)

PWMU.CO – Ujian penilaian akhir semester ganjil SMA Muhammadiyah 10 GKB—atau yang biasa disebut Smamio—diakhiri dengan ujian tahfidh, Senin-Rabu (9-11/12/2019).

Koordinator Tahfidh Smamio Hudzaifaturrohman SThI menjelaskan setiap jenjang harus menuntaskan hafalannya sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Kelas X menghafal juz 30, kelas XI juz 29, dan kelas XII menghafal juz 28.

“Namun siswa yang tergabung dalam tahfidh excellent memiliki jumlah target hafalan yang lebih banyak,” jelas Hudzai, sapaan akrabnya. Ujian tahfidz, sambungnya, merupakan syarat kelulusan siswa dalam ujian akhir sekolah yang dilaksanakan oleh guru Al-Islam Sinergi sebagai penguji.

Dia menjelaskan, kali ini ada yang beda. Tim Al-Islam Sinergi melibatkan siswa sebagai penguji. “Mereka adalah siswa yang sudah lulus munaqasah BTC (Badan Tajdied Center) yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik,” jelasnya.

M. Raihan Naufal, siswa kelas XII MIA yang menjadi penguji mengaku merasa deg-degan karena harus menguji adik kelas. “Deg-degan karena ini masih kali pertama,” ucap remaja yang hafal 21 juz tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Adi Amar, siswa kelas XI MIA 1. “Biasanya dalam perlombaan tahfidh saya yang diuji, sekarang giliran saya yang menguji,” ungkap dia.

Amar mengaku merasa senang karena hal ini bisa menjadi pengalaman yang berbeda, “Semoga dengan kegiatan ini bisa lebih memotivasi saya untuk lebih giat hafalan.” ujarnya. Ketika ditanya PWMU.CO, siswa blasteran Indonesia-Arab tersebut setelah lulus SMA ingin menimba ilmu di sekolah tahfidh karena dia bercita-cita ingin kuliah di Al Azhar, Mesir.

Baca Juga:  Smamio Buka Shalat Tarwih untuk Umum, Ini Manfaatnya

Menurut Guru Al Islam Smamio Diana Makhsusiyyah SPdI, dengan melibatkan siswa, diharapkan mereka bisa mengaplikasikan apa yang sudah pernah dipelajari terlebih dulu kepada teman-teman yang lain. “Semoga siswa yang lain bisa tertular semangatnya dalam hafalan Alquran.” ungkapnya . (*)

Kontributor Disa Yulistian. Editor Mohammad Nurfatoni.