Orang Itu Lebih Suka Melihat daripada Mendengar, Ini Buktinya

222
Pasang Iklan Murah
Adri Suyanto ceramah parenting Tantangan Mendidik Anak di Era Digital di SD Mumtaz. (Alen/PWMU.CO)

PWMU.CO-Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 1-2 Taman Sidoarjo (SD Mumtaz) mengadakan acara parenting dihadiri ratusan orangtua siswa bertempat di Aula Mas Mansyur PCM Sepanjang, Sabtu (7/12/2019).

Hadir sebagai pembicara Adri Suyanto yang membahas tema Tantangan Mendidik Anak di Era Digital.  Acara ini juga dihadiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Sepanjang, Ketua Majelis Dikdasmen, Ketua Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Bebekan, para kepala sekolah Muhammadiyah-Aisyiyah Kec. Taman, Waru, Sukodono, Karang Pilang, dan Jambangan.

Acara dibuka dengan paduan suara Gita Surya Kencana berjumlah 35 siswa-siswi SD Mumtas binaan Dedy Firdaus Prasetyono. Mereka membawakan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Mengawali ceramahnya narasumber Adri Suyanto mengatakan, jika ingin mendapat ilmu yang bermanfaat mengikuti parenting syaratnya ada empat. Pertama, mendengarkan. Jangan ngobrol sendiri.

Kedua, melihat. Fokus dalam mengikuti parenting. Ketiga, mencatat. ”Sudah bawa buku semua, kalau tidak membawa bolehlah dicatat di HP,” katanya. 

Baca Juga:  Fascho Olympiad, Begini SD Ikrom Menyiapkan Siswanya

Keempat, terlibat dalam kegiatan parenting. Dia kemudian memberi contoh. ”Silakan semua bapak ibu angkat tangan kanan. Ikuti kata-kata saya, pegang dagu,”  sambil berkata begitu Adri Suyanto memegang dahinya.

Tak pelak semua hadirin ikut memegang dahi. ”Pegang dagu bapak ibu… dagu… bukan dahi,” katanya mengingatkan.  

”Ikuti kata-kata saya. Dibilang dagu kok malah dahi yang dipegang,” ujarnya disambut tawa para peserta. Ini adalah contoh dalam belajar orang suka melihat dan meniru daripada mendengar.

Kemudian Adri menyampaikan cara mendidik anak yang baik dapat meniru apa yang disampaikan sahabat Nabi Muhammad saw yaitu Ali bin Abi Thalib.

Ada tiga fase usia dalam mendidik dan memperlakukan anak. Fase usia 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun) perlakukan anak seperti seorang raja.

Baca Juga:  Cerpen 'Underwater' Tulisan Anak SD Ini Juara 1 Nasional

”Artinya pada usia ini anak membutuhkan perhatian penuh, beri kasih sayang penuh, karena di usia inilah mereka mengalami masa-masa keemasan,” ujarnya.

Fase 7 tahun kedua (Usia 8-14 tahun) perlakukan anak seperti seorang tawanan. Pada usia ini kita mulai mendisiplinkan anak dalam segala hal. Antara lain disiplin dalam menjalankan ibadah. Contohnya shalat.

”Orangtua harus bisa mendidik anak dengan keteladanan. Beri contoh dan teladan yang baik untuk mereka, serta menekankan mana yang baik dan mana yang tidak,” kaatanya.

Fase 7 tahun ketiga (Usia 14 tahun ke atas) perlakukan anak seperti sahabat. ”Pada fase ini orangtua memosisikan diri sebagai sahabatnya. Sering ajak ngobrol mereka. Berkomunikasi dengannya. Bicara dari hati ke hati, tempat curhat dan berkeluh kesah, bukan malah mereka berkeluh kesah kepada orang lain. Orangtua mampu mengarahkan dan memberikan solusi bijak untuk anaknya,” katanya. (*)

 Penulis Arif Yuli Purwanto  Editor Sugeng Purwanto