Usai Diklat HW, Tengah Malam Dilantik di Bawah Air Terjun

121
Pasang Iklan Murah
Pelantikan anggota HW UMG di Air Terjun Dlundung. (Imanda/PWMU.CO)

PWMU.CO-Hizbul Wathan Kafilah Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengadakan diklat anggota di Air Terjun Dlundung, Trawas, Kab. Mojokerto selama tiga hari Jumat-Ahad (6-8/12/2019).

Diklat diikuti oleh koordinator lapangan, panitia dan seluruh peserta calon anggota Hizbul Wathan. Jumlah calon anggota Hizbul Wathan sebanyak 13 mahasiswa. Diklat anggota ini merupakan agenda rutin setiap setahun.

Peserta dikelompokkan menjadi empat Nafar yang siap belajar, dibimbing dan berlatih dalam naungan pengajaran koordinator lapangan. Selama tiga hari itu mereka tidur di bivak, tenda darurat di alam bebas yang telah diajarkan pembuatannya.

Ketua Kafilah Faqih Oesman Rakanda Khairul Azmi menjelaskan, diklat tahun ini ditangani Tim Koordinator Lapangan yang kompeten memberikan pembekalan materi. Peserta diklat juga kritis dalam ucapan maupun tindakan.

Baca Juga:  Diklat Kepemimpinan HW Melatih Kader Tahan Banting Berorganisasi

Khairul Azmi menambahkan, Diklat ini cukup sukses karena dapat menyinergikan antara peserta satu dengan lainnya. ”Meskipun ada problem di tengah jalannya diklat mampu diselesaikan dan memberi pengalaman dan pelajaran bagi semua orang yang berperan di diklat ini,” ujarnya.

Pelajaran yang disampaikan dalam Diklat ini seperti beribadah di alam, pembentukan karakter, melatih mental, bersyukur atas nikmat yang ada, membentuk arti kebersamaan, arti kekeluargaan, serta pendidikan dan keadaan di alam bebas.

Narasumber Ramanda Ahsanul Arkham mengisi materi Teknik Hidup Alam Bebas. Sedangkan Rakanda Ozy dari Dewan Sughli Jawa Timur yang mengisi materi SAR dan Kesehatan Lapangan.

Baca Juga:  Rekrut Kader HW, Pembekalan seperti Ini yang Diberikan

Pengukuhan anggota diselenggarakan di bawah air terjun Dlundung. Peserta diarahkan ke air terjun di tengah malam saat melaksanakan jurit malam. Di tempat ini dikukuhkan menjadi anggota Hizbul Wathan hingga menjelang Subuh.

Angkatan periode ini diberi nama Cakra. Bahasa sangsekerta artinya roda. Makna  filosofinya adalah energi yang membara. ”Kalau disimpulkan harapan untuk periode selanjutnya bukan hanya memperkokoh namun semangat tak pernah pudar. Diharapkan militansi Hizbul Wathan berputar terus,” tandas Khairul.

Peserta Mayang menyampaikan, banyak manfaat selama mengikuti diklat ini. ”Terima kasih telah memberikan waktu, kesempatan, tenaga kepada kami, dengan diadakannya Diklat Anggota kami jadi lebih tahu makna keluarga sebenar-benarnya keluarga,” katanya. (*)

 Penulis Imanda Arifiyah Editor Sugeng Purwanto