Ikuti Kemah, Anak-Anak Ini Diajari Membangun Istana Mimpi

212
Pasang Iklan Murah
Apel pagi pembukaan kemah kemahiran HW SD Muhammadiyah 1 Menganti. (Ma’rifah Ramadhona/pwmu.co)

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik mengadakan kemah kemahiran Hizbul Wathan, Jumat-Sabtu (13-14/12/2019). Kemah diikuti para siswa kelas 3, 4, 5, 6.

Para siswa berdatangan dengan membawa barang dan peralatan untuk kegiatan kemah. Setelah semua berkumpul, upacara pembukaan dimulai.

Pandu HW ini diperkenalkan dengan anggota Dewan Sugli yang menjadi pemandu selama mengikuti kemah. Tiap regu terdiri dari 8-10 anak dipandu satu pendamping dari Dewan Sugli.

Acara pertama mendirikan tenda. Mereka menyebut membangun Istana Mimpi. Saat mendirikan tenda seketika kepanikan di wajah mereka muncul. Karena mereka belum pengalaman pasang tenda. Berkali-kali dicoba gagal.

Baca Juga:  Pandu HW Putra Sekolah Ini Malah Jadi Kelompok Terbaik Memasak

Akhirnya kakak pendamping pun turun tangan memandu. Pertama, mengajari membuat simpul tali di tongkat yang diikatkan ke tenda. Selanjutnya tali yang sudah dipasang ke tenda diikat dengan pasak.

Kemudian pasak ditancapkan ke tanah sampai benar-benar kuat. Pasak dan tenda dihubungkan dengan tali lalu ditarik kencang. Akhirnya tenda pun berdiri tegak.

Setelah tenda beres, giliran  memasak untuk makan siang. Ini pengalaman pertama memasak bagi anak-anak. Tak pelak mereka bingung ketika masak nasi tak kunjung matang. Ternyata kurang air.

Akhirnya disarankan dituangi  air panas. Sekitar 20 menit kemudian nasi matang siap disantap bersama mi goreng instan.

Baca Juga:  Sekolah Ini Puas Gunakan Metode Membaca Alquran 'Tajdied', Begini Kelebihannya

Pembina HW Ramanda Riski Hermawan mengatakan, perkemahan ini memberi pengalaman siswa untuk  mandiri dan bertanggung jawab.

Wakasek Kesiswaan Ustadzah Sri Wahyuni menambahkan, sangat senang melihat  para siswa sangat ceria bersemangat mengikuti perkemahan ini. 

Siswa kelas 4 Fernando Aldrey berkomentar sangat senang mengikuti kemah ini karena bisa masak bersama teman-teman. ”Saya tunggu-tunggu cara api unggun nanti malam,” ujarnya.

Usai shalat Jumat peserta kemah melakukan penjelajahan. Lalu tengah malam mengadakan api unggun. Sabtu pagi mengikuti senam bersama dan lomba kemahiran memasak. Acara berakhir pukul 11.00. (*)

Penulis Ma’rifah Ramadhona Editor Sugeng Purwanto