PCM Mandalle Gowa Gelar Baitul Arqam Terpadu

52
Pasang Iklan Murah
PCM Mandalle, Kacamatan Bajang Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar Baitul Arqam Terpadu di MI Muhammadiyah Ballatabbua.
Pembukaan Baitul Arqam Terpadu yang dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa Muslimin B Kila (kedua dari kiri) (Nasrul Khair/PWMU.CO)

PWMU.CO – PCM Mandalle, Kacamatan Bajang Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar Baitul Arqam Terpadu di MI Muhammadiyah Ballatabbua, Sabtu-Ahad (11-12/1/20).

Ketua PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Mandalle, Hudri Hadini, mengatakan Baitul Arqam tersebut dalam rangka menguatkan pemahaman ideologi Islam dan paham Muhammadiyah.

“Pendidik dan tenaga pendidikan harus membangun silaturahmi antarguru dan operator sehingga terwujud timbal balik yang berarah pada penempatan kerja sama dan ketundukan pada anggaran dasar organisasi,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, tujuan Baitul Arqam Terpadu ini mengingatkan guru-guru Muhammadiyah punya tanggung jawab besar sebagai pendidik dan memberikan pemahaman keseragaman berdasarkan hadits melalui putusan Tarjih.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa Muslimin B Kila dalam sambutannya mengatakan, kader-kader Muhammadiyah itu harus ikhlas dalam menjalankan organisasi.
Ke depan diharapkan agar spirit ber-Muhammadiyah harus selalu dikobarkan.

“Jangan menjadi kader merpati yang terbang ke mana-mana. Di mana Muhammadiyah mendapat kebaikan di situ dia berada, namun ketika Muhammadiyah dalam keterpurukan dia tinggalkan. Maka jangan ada kader-kader seperti ini lagi,” tuturnya.

Dia mengatakan, Baitul Arqam Terpadu ini sebagai landasan agar guru memahami ideologi Muhammadiyah dan mengembangkan kualitasnya. “Sehingga terbentuk siswa di amal usaha Muhammadiyah yang menguasai ilmu umum dan keagamaan,” ujarnya.

Ketua Panitia Baitul Arqam Terpadu Muhammad Idris menambahkan, Baitul Arqam kali ini diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan para ketua ortom tingkat daerah,” ujarnya. (*)

Penulis Nurfathanah Taslim. Editor Mohammad Nurfatoni.