Pengaderan Itu Penting, jika Tidak Ini yang Terjadi

135
Jamaah Pengajian bulanan PCM Sukodadi di Ranting Pagak Sidogembul (M Faried Achiyani/PWMU.CO)
Jamaah Pengajian bulanan PCM Sukodadi di Ranting Pagak Sidogembul (M Faried Achiyani/PWMU.CO)

PWMU.CO-Pengaderan suatu proses cara mendidik dan melatih seseorang untuk menjadi kader. Kaderisasi diperlukan demi kelanjutan organisasi seperti gerakan Muhammadiyah ini.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Lamongan Fathur Rohim Syuhadi  pada acara pengajian bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukodadi yang bertempat di Masjid Muhammadiyah Ranting Pagak Sidogembul Sukodadi, Jumat (17/1).

Di hadapan 600 orang yang terdiri dari Muhammadiyah Ranting dan Cabang, Asyiyah, NA, PM, IPM, Tapak Suci dan para karyawan AUM.

Rohim mengatakan satu abad merupakan tonggak sejarah yang penting bagi Muhammadiyah dalam ikhtiar mengemban misi dakwah dan tajdid di tengah lintasan zaman.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Kaderisasi Sudah Mencapai 100 Tahun

”Dalam rentang seratus tahun Muhammadiyah telah berjuang mencerahkan kehidupan umat, bangsa. Perjuangan Muhammadiyah akhirnya memperoleh pengakuan masyarakat luas sebagai gerakan pembaruan,” katanya.

Baca Juga:  Kalau Datang ke Lamongan Pasti Ada Sesuatu yang Baru

Ditambahkan, dinamika suatu organisasi dan masa depannya tidak bisa lepas dari keberadaan anggota,  kader, fungsi kepemimpinan dan sistem yang dimilikinya.

”Karena itu ada proses pengaderan terhadap anggota melalui pemberdayaan dan pendayagunaannya, menjadi bagian yang melekat dari program persyarikatan,” tuturnya.

Ditegaskan, kader merupakan inti dari anggota. Yakni anggota yang utama dan berperan sebagai anak panah gerakan Muhammadiyah. Apapun yang sulit dan tidak dapat dilakukan oleh anggota, semuanya dapat dilakukan oleh kader yang terpilih.

”Pemimpin dan kader adalah dua unsur yang sangat penting dalam setiap organisasi. Pemimpin adalah orang yang diberi amanah untuk berada di depan, diikuti dan diteladani. Sedangkan, kader adalah tenaga inti yang selalu siap bersama dan bekerja keras menjalankan tugas-tugas organisasi untuk mencapai tujuan,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhammadiyah Bisa Berperan sebagai Peredam Potensi Konflik Pilgub Jawa Timur

Disampaikannya, tahun 2020 ada agenda Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Seluruh komponen anggota dan pimpinan Muhammadiyah harus menyambut dengan penuh bersyukur dan penuh kegembiraan.

”Mari kita siapkankan diri kita untuk menyambut Muktamar, baik yang menjadi utusan muktamar maupun penggembira. Mari mulai menabung untuk berangkat ke Solo,” ujarnya.

Ketua PCM Sukodadi Ustadz Mustain mengatakan  bahwa di tahun 2020 kita harus lebih meningkatkan pengajian ini dari Ranting ke Ranting dengan penuh semangat dan kegembiraan.  Majelis ilmu ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. (*)

Penulis M Faried Achiyani Editor Sugeng Purwanto