Sekolah Adiwiyata Madtsamuda Diwujudkan Tahun Ini

101
Guru dan murid  Madtsamuda kompak dan semangat mempersiapkan komponen Sekolah Adiwiyata. (Fathan Faris Saputro/PWMU.CO)
Guru dan murid Madtsamuda kompak dan semangat mempersiapkan komponen Sekolah Adiwiyata. (Fathan Faris Saputro/PWMU.CO)

PWMU.COSekolah Adiwiyata 2020 menjadi tujuan MTs Muhammadiyah 2 (Madtsamuda) Paciran Lamongan untuk diwujudkan tahun ini dengan memenuhi empat komponen.

Persiapan dimulai dari sekarang dengan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan hijau sekolah. Tampak antusias serta semangat para  guru yang terlibat di dalam kegiatan ini, Ahad (19/1/20).

Kepala Madtsamuda Millazul Faidah mengatakan, Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli terhadap lingkungan hidup. Kegiatanya meliputi bagaimana cara merawat serta peduli pada lingkungan hidup.

”Ada empat komponen yang disiapkan pihak sekolah menuju Sekolah Adiwiyata. Pertama, pada kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan. Kedua, pelaksanaan kurikulum yang berbasis lingkungan,” ujarnya.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Ketiga, sambung dia, kegiatan sekolah yang berbasis partisipasi dan keempat, pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  Kwarda Hizbul Wathan Lamongan Gelar Musyda

Empat Komponen Adiwiyata

“Keempat komponen tersebut di Madtsamuda terus kami siapkan agar memenuhi kriteria Sekolah Adiwiyata sehingga pada tahun 2020 keinginan ini terlaksana dengan baik,” tandas Milla, panggilan akrabnya.

Dikatakan Milla, kegiatan Ahad itu salah satu langkah persiapan Madtsamuda melengkapi komponen tersebut. ”Katakan saja dalam hal kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan itu dicirikan dari semua warga sekolah yang membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya,” tandasnya.

Ke depan, ujar dia, akan diterapkan di sekolah dengan mengurangi sampah plastik yang berlebihan. Sampah plastik berasal dari minuman kemasan yang dijual koperasi dan kantin dikurangi. Siswa diminta membawa botol sendiri untuk diisi air di madrasah.

Baca Juga:  Peduli Banjir Lebak, 3 Organisasi Ini Galang Sampah

Ciri kedua kurikulum berbasis ramah lingkungan. Setiap kegiatan belajar mengajar, guru harus memasukkan unsur peduli lingkungan pada saat proses mengajar. Dibuktikan dengan merawat tanaman di sekitar halaman Madtsamuda.

”Misal sebelum masuk mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru menyuruh siswa membersihkan kelas dan membuang sampah di tempatnya,” ujarnya.

Semua guru pelajaran apa saja sebelum memulai belajar mengajar, lanjut dia, harus melakukan itu juga.

Dia berharap, sinergi antara siswa dan sekolah berjalan lancar, sehingga menciptakan Sekolah Adiwiyata Madtsamuda berjalan dengan baik. ”Semua akan terwujud dengan kerja sama antara guru, siswa dan sekolah. Harus ada timwork untuk tujuan ini,” tandasnya. (*)

Penulis Fathan Faris Saputro  Editor Sugeng Purwanto