Pelantikan PCIM Malaysia Dibanjiri Tokoh

407
Acara pelantikan PCIM dan PCIA Malaysia oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Agus/PWMU.CO)
Acara pelantikan PCIM dan PCIA Malaysia oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Agus/PWMU.CO)

PWMU.CO– Pelantikan PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) dan PCIA (Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah) Malaysia berlangsung di Klub Sultan Sulaiman Kuala Lumpur, Ahad (26/1/2020).

Prof Dr Sony Zulhuda dilantik sebagai Ketua PCIM Malaysia. Juga Sekretarisnya Sulthon Kamal SAg dan Bendahara Zainal Mufid Kajid  yang dilengkapi dengan majelis-majelis.

Sedangkan pengurus PCIA Malaysia periode 2019-2020 yang dilantik terdiri dari Ketua Nita Nasyitah, Sekretaris Nurul Oktavia dan Bendahara Nissyafa’ti dilengkapi unsur pimpinan.

Hadir dalam acara ini Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, Ketua Umum Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini MM dan sejumlah rektor Universitas Muhammadiyah

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Pelantikan pengurus periode 2019-2021 tersebut berlangsung bersamaan dengan Tabligh Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Malaysia yang mengambil tema Internasionalisasi Muhammadiyah: Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.

PCIM Malaysia Lumbung Kader

Ketua PCIM Malaysia Dr Sony Zulhuda dalam kata pengantar acara tabligh mengatakan PCIM Muhammadiyah menjadi elemen penting dan menjadi lumbung kader SDM Muhammadiyah masa depan.

Baca Juga:  Almarhum Bahtiar Effendy di Mata Din Syamsuddin: Dia Penasihat Politik Saya

“Makna istimewa dari PCIM bisa memiliki berbagai tafsir di antaranya internasionalisasi dari program besar Muhammadiyah. PCIM juga diharapkan dapat menjadi laboratorium Muhammadiyah. Insyaallah ribuan kader Muhammadiyah Malaysia akan menjadi kekuatan Muhammadiyah internasional,” katanya.

Sementara itu Korfung Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahya Sumirat menyampaikan ucapan fastabiqul khairat kepada warga Muhammadiyah Malaysia dan ikut berbangga dengan pendirian UMAM.

Ketua Umum PP Muhammadiyah  Prof Dr Haedar Nashir dalam ceramahnya mengatakan Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadikan Islam berkemajuan sebagai perspektif, alam pikiran, cara pandang dan strategi karena perintah Allah dan rasul-Nya sebagaimana tercantum dalam al-Quran dan sunnah.

“Kalau kita membuka al-Quran hal-hal yang pokok memang mengajak kita maju bahkan mengajak seluruh umat manusia maju,” katanya.

Sementara itu tabligh akbar diwarnai dengan penyerahan hadiah kepada pemenang dari beberapa lomba pertandingan yang diikuti peserta dari tujuh ranting Muhammadiyah dan lima ranting Aisyiyah Malaysia.

Baca Juga:  'Indonesia dan Keindonesiaan' Haedar Nashir yang Lahir dari Bandara dan Stasiun

Pelantikan juga dihadiri anggota DPR Komisi X Prof Dr Zainuddin Maliki, Ketua Dewan Badan Pimpinan Harian PP Muhammadiyah untuk Muallimin Muallimat Ustadz Habib Chirzin, Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto, Bendahara  PP Muhammadiyah Marpuji Ali, pimpinan Muhammadiyah Penang Noordin Haris dan anggota DPRD Kabupaten Lamongan Husnul Aqib.

Juga hadir Korfung Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat, Korfung Politik Agus Badrul Jamal dan Direktur Komunikasi Publik Kemenlu Yusron Ambary.

Sedangkan sejumlah rektor Universitas Muhammadiyah yang hadir  Prof Bambang Setiaji (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur),  Dr Abdul Rahman Rahim (Unmuh Makassar), Dr Anjar Nugroho (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), dr Sukadiono (Unmuh Surabaya), Dr Masrukhi (Unmuh Semarang), Dr Syaiful Bahri (Universitas Muhammadiyah Jakarta),

Assoc Prof Dr Waluyo Adi siswanto (UMS dan calon rektor UMAM Perlis), Dr Gunawan (UMSU)  dan Dr Safar Nashir (Universitas Ahmad Dahlan). Para rektor hadir untuk  menindaklanjuti pendirian Universitas Muhammadiyah Malaysia Antarbangsa (UMAM) di Negara Bagian Perlis. (*)

Penulis Agus Setiawan Editor Sugeng Purwanto