Din Syamsuddin: Gus Sholah Pergi saat Umat Memerlukannya

1062
Din Syamsuddin: Gus Sholah pergi saat umat memerlukan kiai negarawan seperti almarhum. Gus Sholah wafat di Jakarta, Ahad (2/2/2020).
Din Syamsuddin (tengah) saa bersilaturahmi ke Pesantren Tebuireng ditemui Gu Sholah (kedua dari kiri), Ahad (10/3/19). (Foto: Muhammad Azka/Tebuireng Online)

Din Syamsuddin: Gus Sholah pergi saat umat memerlukan kiai negarawan seperti almarhum. Gus Sholah wafat di Jakarta, Ahad (2/2/2020).

PWMU.CO – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengatakan, kepergian KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah) ke hadirat Sang Pencipta adalah kehilangan besar bagi umat dan bangsa.

“Kepergiannya justru terjadi pada saat bangsa memerlukannya,” ujarnya pada PWMU.CO, Senin (3/2/2020) siang.

Menurut Din Syamsuddin, Gus Sholah adalah seorang kiai, pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng. “Selain itu beliau adalah seorang negarawan. Figur nan penuh dengan kearifan dan kebijaksanaan, serta cenderung mempersatukan,” kata Din Syamsuddin.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015 itu, Gus Sholah memiliki semua itu. “Beberapa kali beliau mengajak untuk mempertemukan para tokoh Islam guna menyatukan pikiran terhadap masalah-masalah kebangsaan dan menghadapi gejala pemecahbelahan umat oleh umat sendiri,” kata Din Syamsuddin.

Baca Juga:  Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy Wafat, Ini Kenangan Haedar Nashir

Dia mengaku mendengar langsung—kala mampir di Jombang maupun dalam berbagai kesempatan—begitu besar keprihatinan almarhum terhadap keterpecahan umat dan rendahnya qiyadah merekatkan ukhuwah Islamiyah baik antar-organisasi maupun dalam satu organisasi.

“Menurut almarhum, banyak yang terjebak pada hubbud dunya yaitu pragmatisme dan materialisme,” kata Din Syamsuddin.

Dia menyampakan, beberapa kali Gus Sholah mengajak untuk adanya pertemuan para tokoh. “Namun belum menjadi kenyataan hingga beliau dipanggil pulang ke hadirat Ilahi,” kata Din Syamsuddin.

“Semoga niat baik itu ada yang meneruskannya. Dan arwah almarhum dari balik barzakh ikut berbahagia menyaksikannya,” Din Syamsuddin menambahkan sambil mengutip salah satu ayat di dalam Surat Al Fajr Ayat 27-30:

Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irj’i ila rabbika radhiyatan mardhiyyah, fadkhuli bi ibadi wadkhuli jannati.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Gus Sholah Dimakamkan Dekat Gus Dur

Seperti diberitakan PWMU.CO, Gus Sholah (77) wafat setelah kondisinya kritis usai operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Ahad (2/2/2020) pukul 20.55 WIB

Baca Juga:  Ini Pernyataan Sikap Din Syamsuddin terkait Demo Mahasiswa

Jenazah KH Sholahuddin Wahid yang akrab dipanggil Gus Sholah dimakamkan di kompleks Pndok Pesantren Tebuireng, Jombang setelah diterbangkan dari Jakarta, Senin (3/2/2020) pagi.

Putra Gus Sholah, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid menjelaskan, ayahnya dimakamkan dekat makam Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, sang kakak. “Paling telat jam empat sore pemakamannya,” kata Ipang, sapaan akrab Irfan Wahid. (*)

Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni.