PDM Jembrana Konsultasi Fundrising ke Lazismu Jatim

113
PDM Jembrana Bali merenovasi  Masjid an-Nur yang membutuhkan biaya Rp 2 juta. (Edi/PWMU.CO)
PDM Jembrana Bali merenovasi Masjid an-Nur yang membutuhkan biaya Rp 2 miliar. (Edi/PWMU.CO)

PWMU.CO– PDM Jembrana Bali berkunjung ke Ketua Lazismu Jawa Timur Drh Zainul Muslimin di rumahnya Buduran Sidoarjo, Rabu (12/2/2020). Mereka berkonsultasi untuk penggalian dana pembangunan masjid dan perguruan Muhammadiyah.

Tamu dari Bali terdiri lima orang dipimpin penasihat PDM Jembrana H Anshori. Lainnya Ketua PDM Edi Susilo, Ketua Lazismu Indro Saptono, Bendahara  PDA Hj. Darul Nuridah, dan Ketua Majelis Dikdasmen PDA Hj. Azizah.

Anshori menjelaskan, saat ini PDM Jembrana merenovasi Masjid an-Nur menjadi tiga lantai sejak Januari lalu. Masjid seluas 11 x 19 meter ini berada satu kompleks dengan Gedung Dakwah di Jalan Danau Kalimutu Kel. Lelatang Kota Negara.

”Pembangunan sudah mencapai 45 persen hingga dek lantai kedua. Sekarang fokus selesaikan lantai satu hingga jelang Ramadhan agar bisa dipakai untuk shalat tarawih. Sudah tahap pasang keramik,” kata Anshori yang pernah menjabat ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jembrana periode lalu.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Selesai tahap ini, sambung dia, berlanjut kerjakan lantai dua untuk jamaah perempuan. ”Kami anggarkan biaya pembangunan ini Rp 2 miliar. Karena itu kami perlu belajar ke Lazismu Jawa Timur untuk fundrising,” ujar Anshori yang pensiunan kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jembrana.

Baca Juga:  Membangun Ekonomi Umat di MIBF Bali, Catatan Ketua Lazismu Jatim

Dia menerangkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim sudah menyumbang dana Rp 105 juta yang diserahkan Ketua PWM Dr Saad Ibrahim saat berkunjung ke Jembrana bulan Januari lalu.

”Kami juga menggali infak dari para jamaah dan donatur lainnya di Bali,” tutur Anshori yang menjadi ketua Panitia Pembangunan Masjid an-Nur.

Zainul Muslimin, kiri, menerima tamu dari PDM Jembrana.

Bendahara Panitia Pembangunan Hj Darul Nuridah menambahkan, hingga saat ini pembangunan 45 persen masjid sudah menghabiskan Rp 600 juta berasal dari infak jamaah dan bantuan dari berbagai pihak.

”Kami ingin menyelesaikan masjid ini secepatnya sehingga umat Islam di Bali punya tempat shalat yang bagus dan nyaman,” katanya.

Sejak masjid lama dibongkar untuk sementara shalat memakai ruang Gedung Dakwah. Di kompleks ini juga terdapat TK Aisyiyah dan SD Muhammadiyah. ”SD Muhammadiyah baru buka setahun ini,” tambahnya.

Kedatangan rombongan PDM Jembrana ke Lazismu Jatim ini, kata dia, untuk memperkuat jaringan yang bisa mendukung pendanaan sehingga pembangunan masjid di Bali bisa cepat selesai.

Baca Juga:  Lazismu Jatim Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Cerme Gresik

Membangun Perguruan Tinggi dan Pesantren

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Edi Susilo menuturkan, setelah pembangunan masjid program berikutnya pendirian perguruan tinggi dan pesantren.

Dijelaskan, PDM Jembrana punya tiga tanah wakaf di tiga tempat yang belum dibangun. Pertama seluas 4.000 m2, kedua dan ketiga sama-sama luas 100 m2.

”Tanah seluas 4.000 m2 direncanakan untuk perguruan tinggi. Mungkin Sekolah Tinggi Teknologi Kesehatan karena ini yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Pendirian sekolah tinggi ini, ujar dia, penting untuk  dakwah Muhammadiyah bidang pendidikan di Bali. Di NTT dan Papua, Muhammadiyah sudah punya perguruan tinggi untuk masyarakat sana.

”Di Bali, perguruan tinggi Muhammadiyah itu diawali di Jembrana,” tandasnya. Karena itu dia meminta dukungan masyarakat Islam di luar Bali mewujudkan program ini.

Program lainnya membangun pesantren dengan mengembangkan panti asuhan yang sudah berdiri. Panti ini sudah anak 18 anak. Menurut dia, pembangunan pesantren ini prospektif karena banyak warga muslim yang bekerja sebagai pedagang  lebih suka anaknya masuk pesantren. ”Jembrana jadi pilihan karena di sini jauh dari Denpasar dan Kuta pusat keramaian di Bali,” paparnya. (*)

 Penulis/Editor Sugeng Purwanto