Belajar pada Turki Bagaimana Merawat Budaya Bangsa

Dion Maulana Prasetya dengan latar belakang Anitkabir, Makam Mustafa Kemal Ataturk. Belajar pada Turki Bagaimana Merawat Budaya Bangsa (Istimewa/PWMU.CO)

Belajar pada Turki Bagaimana Merawat Budaya Bangsa. Dosen Hubungan Internasional UMM Dion Maulana Prasetya membagi pengalamannya.

PWMU.CO – Lolos beasiswa Türkiye Bursları membuat Dion Maulana Prasetya, Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini bisa merasakan atmosfer belajar di Ibukota Turki, Ankara.

Sejak 2019 lalu, Dion telah menimba ilmu Doktoral Hubungan Internasional di Ankara Yıldırım Beyazıt Üniversitesi (AYBÜ).

Dion menceritakan seleksi beasiswa Türkiye Bursları sangat ketat. Apalagi melihat jumlah pendaftar yang diterima hanya 80 orang dari 8.000 pada 2019. Jumlah itu dibagi kembali menjadi jenjang sarjana, magister, dan doktor.

Dion mengungkapkan, kebiasaan kerja keras dan kerja tuntas di UMM membantunya dalam menghadapi kehidupan di Ankara. Tidak hanya di dalam kampus, tapi juga aktivitasnya di luar kampus.

“Tidak hanya keras dan tuntas saja, tapi yang paling penting adalah kejujuran dalam segala hal,” ujarnya memberi resep sukses, Ahad (6/6/21).

Destinasi Pendidikan dan Sejarah

Menurutnya, Turki kini menjadi destinasi pendidikan baru bagi masyarakat Indonesia. “Destinasi pendidikan Turki semakin ke sini semakin diminati. Dapat dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar,” tuturnya.

Menurutnya, Turki tidak hanya menjadi destinasi pendidikan yang menarik, ada berbagai daya tarik lainnya dii negeri Mustafa Kemal Atatürk itu. Salah satunya bisa dilihat dari aspek budaya.

Ia bercerita, orang Turki memiliki kepercayaan diri yang luar biasa. Hal itu berpengaruh pada banyak aspek, termasuk sistem pendidikannya yang selalu menggunakan bahasa Turki. “Saking percaya dirinya, tidak banyak orang sini yang belajar bahasa asing,” ungkapnya.

Dion juga sempat menceritakan beberapa destinasi menarik dan istimewa. Jika ingin mengunjungi tempat yang sarat akan sejarah, ia merekomendasikan peninggalan Anatolia, Anatolia, Byzantium Romawi bahkan juga Ottoman. Tidak ketinggalan makam Mustafa Kemal Atatürk. Situs ini tidak hanya istimewa tapi juga menjadi lambang sejarah nasionalisme Turki.

“Jadi di Turki banyak aktivitas pelestarian peninggalan bersejarah yang digalakkan. Semua situs peninggalan dirawat sedemikian rupa sehingga suasana klasik sangat terasa di sini,” ungkapnya. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

This post was published on Selasa 8 Juni 2021 | 15:04 15:04

Related Post
Leave a Comment