Pelatihan English for Marine Industry Digelar UMLA dan UPN

Pelatihan English for Marine Industry oleh dosen UMLA dan UPN. (Sulistyowati/PWMU.CO)

PWMU.CO– Pelatihan English for Marine Industry diadakan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dengan UPN Veteran Jawa Timur.

Acara digelar offline dan online selama tiga hari yaitu tanggal 23, 30 Juni 2021 dan 17 Juli 2021. Pelatihan tatap muka berlangsung di Hotel Neo, Waru, Sidoarjo diikuti 15 orang. Sementara yang bergabung lewat online juga 15 orang.

Pelatihan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diasuh dosen UMLA Najihah Mafrudloh dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Dwi Wahyuningtyas MA dari Fakultas Hukum UPN.

Pelatihan English for Marine Industry diikuti pelaku industri kelautan untuk melancarkan komunikasi bahasa Inggris dan pemahaman dokumen ekspor-impor.  Peserta berasal dari perusahaan bidang industri perkapalan dan kelautan, yakni PT 4S Marine Surabaya, PT Zatria Awan Consultant, dan PT Great Semindo.

Dwi Wahyuningtyas menjelaskan, industri kelautan potensi untuk berkembang lebih luas di pasar internasional. Karena itu pelaku usahanya harus mahir bahasa Inggris untuk negosiasi dan pemahaman dokumen.

Pembelajarannya, jelas dia, meliputi expression, dokumen berbahasa asing, grammar, public speaking, dan materi yang berhubungan dengan industri kelautan.

”Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program PIKAT (Pemanfaatan Ipteks bagi Masyarakat) yang merupakan salah satu skema dalam Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dana Internal UPN Veteran Jawa Timur,” jelasnya.

Pelatihan Bahasa Inggris ini juga melibatkan tiga mahasiswa semester II dari Fakultas Hukum UPN, yaitu Rima Nur Pitasari, Metrya Damayanti, dan Lusia Ervi Oktaviarika. ”Tujuan melibatkan mahasiswa supaya mereka mengenal pengabdian masyarakat di ranah akademik,” tuturnya.

Direktur PT 4S Marine Totok Sugianto menyatakan, pelatihan seperti ini sangat penting, karena pelaku usaha di bidang kelautan sangat membutuhkan pengembangan soft skill di bidang bahasa asing. Mendukung pelaku usaha dalam menjalin relasi dengan perusahaan dan konsumen asing.

”Para peserta diberi pelatihan Bahasa Inggris terkait dengan pelayanan yang baik yaitu etika berkomunikasi yang baik dan sopan, pengucapan salam dan ungkapan-ungkapan yang ada dalam bahasa Inggris sesuai dengan situasinya. Sehingga ada kepuasan dan mengurangi kesalahpahaman dalam pelayanan yang diberikan, selain itu juga tentang tata cara kepenulisan dokumen asing,” katanya.

Penulis Sulistiyowati  Editor Sugeng Purwanto

This post was published on Sabtu 3 Juli 2021 | 01:12 01:12

Related Post
Leave a Comment