Dua Kunci Gerakan Muhammadiyah: Ideologi dan Organisasi

Dodik Priyambada: Dua Kunci Gerakan Muhammadiyah: Ideologi dan Organisasi (Tangkapan layar Fatma Hajar Islamiyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mugeb Islamic Center (MIC) Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB, Gresik, menggelar Penguatan Ideologi Muhammadiyah (PIM) melalui Zoom Cloud Meeting, Sabtu (25/9/21). 

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Ir Dodik Priyambada SAkt, mengatakan idelogi menjadi hal yang fundamental dalam proses berkehidupan. Termasuk dalam menjalankan organisasi dan gerakan dakwah di Muhammadiyah. 

“Dibutuhkan ideologi Muhammadiyah yang kuat sehingga dapat menemui keselarasan langkah mencapai tujuan bersama mengembangkan dakwah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dodik menyampaikan dua kunci yang harus dikuatkan agardapat mendukung proses berjalannya organisasi sehingga terus mengalami tumbuh-kembang yang baik.

Kunci Pertam: Kekuatan Ideologi

Dodik menjelaskan, dalam sebuah gerakan maupun organisasi, apapun itu, maka sumber daya manusia adalah kunci utama atas keberhasilan dari gerakan dan organisasi yang diselenggarakan.

Menurut dia, sumber daya manusia yang berkualitas akan didapatkan dengan senantiasa membuka khazanah pemikiran dan terus belajar. Semakin ke depan pejalanan akan menemui banyak tantangan yang harus dapat disikapi dengan bijak. Maka harus disiapkan sumber daya manusia yang unggul.

“Oleh karena itu kegiatan yang sangat tepat ini diadakan oleh Majelis Dikdasmen PCM GKB khususnya oleh MIC. Yaitu penguatan ideologi untuk tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Mugeb Schools serta diikuti pula oleh sekolah mitra Mugeb Schools,” kata Dodik.

Kesuksesan organisasi Muhammadiyah, sambungnya, berakar dari bagaimana ideologi Muhammadiyah yang dimiliki dikuatkan serta dirawat. Agar semakin kuat dan berkembang hingga menghasilkan keikhlasan dan semangat dalam menjalankan proses bersama dalam mengembangkan persyarikatan.

“Dalam teladan Rasulullah, kita dapat mengambil sebuah nilai. Bahwa untuk melakukan gerakan yang besar bisa dimulai dari hal kecil yang terus dikembangkan. Berdakwah dari keluarga dan ruang lingkup kecil hingga skala luas dan sampai berhijrah dalam membumikan dakwah Islam,” terannya.

Demikian pula dengan penanaman ideologi, yang aka menjadi upaya kecil tapi berarti untuk dapat dilanjutkan dalam mengembangkan dan memperluas dakwah. 

Selanjutnya, kata dia, adalah nilai solid dalam dakwah Rasulullah bersama sahabat, menjadi teladan yang bisa diterapkan untuk mencapai keberhasilan dakwah. Kesolidan itu dapat dibangun dengan keselarasan deologi sehingga menjadikan langkah sejalan dalam berdakwah di Muhammadiyah

Kunci Kedua: Penguatan Kader

Pria kelahiran Nganjuk itu menerangkan, kebaikan dakwah harus terus berlangsung dan menyentuh berbagai lini kehidupan. Untuk itu dibutuhkan pelangsung yang memiliki ideologi kuat untuk mengantarkan pada keberlangsungan dakwah Muhammadiyah yang berkelanjutan. 

Sehingga, ujarnya, kekuatan gerakan organisasi Muhammadiyah juga didasarkan atas kekuatan kader yang disiapkan untuk menjadi tampuk kekuatan dakwah di masa mendatang.

“Kunci kedua yang sekaligus menjadi tantangan ialah kekuatan pendidikan kader. Saat ini kita telah memiliki banyak peserta didik dari SD hingga SMA khususnya di Majelis Dikdasmen PCM GKB ini. Maka output-nya harus tinggi secara kualitas dan kuantitas. Karena kendepan lulusan-lulusan sekolah Muhammadiyah ini akan menjadi bagian dari tokoh dan kader penerus Muhammadiyah,” tegasnya.

Dia menegaskan, lingkungan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya tentang kajian keilmuan umum, tetapi juga kekuatan ideologi Muhammadiyah harus dikenalkan dan dikuatkan untuk melahirkan kader yang baik.

“Ketercapaian lahirnya kader-kader dengan kualitas yang baik dengan kuantitas yang besar membutuhkan sistem dan program yang tidak mudah. Perlu melibatkan peserta didik dalam kegiatan dakwah sejak proses pendidikannya berlangsung,” tuturnya.

Menurutnya, kedua kunci dari keberhasilan gerakan dakwah berakar dari ideologi yang kuat. Sehingga lahir gerakan dan kader dengan kualitas yang baik dan dapat menguatkan dakwah di mas mendatang. (*)

Penulis Fatma Hajar Islamiyah Editor Mohammad Nurfatoni

This post was published on Sabtu 25 September 2021 | 11:33 11:33

Related Post
Leave a Comment