Dibangun, Masjid As-Shalihin sebagai Pusat Keunggulan Muhammadiyah Bawean

Gambar perspektif Masjid As-Shalihin (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dibangun, Masjid As-Shalihin sebagai Pusat Keunggulan Muhammadiyah Bawean. Masjid yang dibangun sejak 1964 itu akan di-‘pensiunkan’-kan dan dibangun kembali. Masjid lama sementara masih dipakai sambil menunggu selesainya pemabagunan masjid baru yang kini pembangunannya mencapi 30 persen.

Saat ini Masjid As-Shalihin yang terletak di Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, itu sudah dalam pengecoran lantai dua. “Masjid As-Shalihin Bawean yang dibangun sejak 1964 sudah cukup tua, banyak keretakan di beberapa sisi yang membahayakan jamaah,” ujar Kemas Saiful Rizal, Ketua Tim Penggalangan Dana Masjid As-Shalihin Lazismu Gresik, Rabu (17/11/2021).

Menurut Sekretaris Lazismu Kabupaten Gresik itu, masjid yang dibangun oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkapura Bawean 57 tahun lalu itu kondisinya sudah mulai rapuh. 

“Maka PCM Sangkapura berkeras hati untuk membangun masjid yang lebih representatif bagi warga Muhammadiyah dan umat muslim di Pulau Bawean,” ujar Kemas, yang juga Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sangkapura ini.

Bagi PCM Sangkapura, Masjid As-Shalihinn memiliki nilai strategis. Sebab di komplek masjid tersebut ada sekolah yang baru berdiri tiga tahun lalu, yakni SD Muhammadiyah 1 Bawean. Bahkan dulunya juga ada Balai Kesehatan Islam (BAKIS) yang dikelola PCM Sangkapura.

Kemas menyampaikan, pembangunan masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Dr Taufiqullah pada 8 Juni 2021 lalu itu, saat ini mencapai 30 persen. 

“Pembangunan pondasi lantai satu dan cor lantai dua sudah rampung, dengan dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 900 juta. Sedangkan total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 3,2 miliar,” terangnya.

Kondisi Masjid As-Shalihin yang lama, mulai rapuh (Kemas Saiful Rizal for PWMU.CO)

Masjid Pusat Keunggulan

Kemas menjelaskan, masjid ini dicita-citakan sebagai penopang utama lembaga pendidikan Muhammadiyah di Pulau Bawean dari TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, dan SMK.

“Jadi akan menjadi semacam centre of excellence atau pusat keunggulan, serta sebagai pusat dakwah Islam Berkemajuan di Pulau Bawean,” paparnya.

Mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar maka Lazismu Gresik ikut tergerak menggalang dana untuk membantu penyelesaian pembangunan Masjid As-Shalihin.

“Gerakan Muhammadiyah di manapun selalu mengajak masyarakat beramar makruf dan bernahi mungkar. Untuk membangun sebuah masyarakat Muslim yang tangguh, salah satunya ditandai dengan bangunan masjid yang kokoh dan dikelola secara profesional,” kata Kemas.

Dia menambahkan, bangunan masjid yang dibangun PCM Sangkapura saat ini adalah masjid yang cukup modern, dengan ukuran masjid 25 x 30 meter. Sedangkan luas lantai mencapai 1.013 m² dan ketinggian setiap lantai 4,7 meter. Budaya literasi juga menjadi perhatian utama masjid ini.

“Bangunan ini tidak akan cepat selesai tanpa keikutsertaan umat Islam secara luas, baik umat Islam di dalam maupun di luar Pulau Bawean,” imbau Kemas.

Proses pengecoran lantai dua Masjid As-Shalihin pada 16 Oktober 2021 (Kemas Saiful Rizal for PWMU.CO)

Kurang Rp 2 Miliar

Sampai Senin (15/11/2021), dana  yang dihimpun melalui Lazismu Gresik untuk Masjid As Shalihin selama kurang lebih satu bulan ini baru terkumpul Rp 104.100.500. “Masih kurang banyak, mencapai target Rp 2 miliar lebih,” ujarnya.

Kemas mengatakan, panitia masih membutuhkan dukungan dana dan doa dari umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah di Jawa Timur. 

Bagi warga yang ingin berdonasi, bisa transfer melalui rekening Pembangunan Masjid As-Shalihin BSI eks BSM 98326-2020-5050-123. 

“Untuk Informasi dan konfirmasi bisa menghubungi nomor 0813-3164-6540,” kata dia. (*)

Penulis Liesna Eka Noviani Editor Mohammad Nurfatoni

This post was published on Rabu 17 November 2021 | 16:08 16:08

Related Post
Leave a Comment