Categories: Kolom

Futuhat Islam Berkemajuan di Australia

Prima Mari Kristanto

Futuhat Islam Berkemajuan di Australia, oleh Prima Mari Kristanto, aktives Muhammadiyah tinggal di Lamongan.

PWMU.CO – Kado spesial dipersembahkan Muhammadiyah pada masyarakat Australia berupa peresmian berdirinya Muhammadiyah Australia College

Amal usaha pendidikan Muhammadiyah terbukti bisa menjadi ujung anak panah dalam futuhat (kemanngan, pembukaan) Islam berkemajuan di suatu wilayah tanpa kilatan pedang dan genderang perang.

Futuhat Islam berkemajuan di bumi Australia di ujung tahun 2021 mengingatkan dan menjadi pelipur duka runtuhnya peradaban Islam Andalusia di awal tahun 1492.

Setiap tahun baru sejak 2 Januari 1492 umat Islam Afrika Utara dan Spanyol dihantui trauma runtuhnya Islam di Granada sebagai pertahanan terakhir Islam di semenanjung Iberia-Maditerania. 

Jejak Islam yang dirintis sejak masa Khalifah Utsman bin Affan semakin intensif pada masa Khalifah Al Walid Bani Umayah runtuh setelah bertahan selama 781 tahun. 

Sejak tahun 711 Andalusia berada dalam naungan Islam setelah Gubernur Afrika Utara Musa bin Nushair mengutus Tharif bin Malik dan Thariq bin Ziyad memasuki wilayah Andalusia. 

Baca di halaman 2: Lebih Senang Islam yang Berkuasa

Prima Mari Kristanto

Lebih Senang Islam yang Berkuasa

Futuhat Islam di Andalusia disambut suka cita penduduknya karena mampu membebaskan penduduk Andalusia dari penguasa sebelumnya yang zalim.  

Futuhat Islam di Andalusia juga dibantu salah satu penguasa Kristen di Afrika Utara bernama Julian berupa informasi penting dan logistik. Julian merasa lebih senang jika Andalusia dikuasai Islam sebagaimana yang dirasakannya selama berhubungan dengan Gubernur Musa bin Nusair sebagai sesama penguasa di Afrika Utara.

Sejak futuhat Islam di Andalusia, selanjutnya kota-kota yang berhasil direbut berkembang menjadi pusat peradaban Islam dan ilmu pengetahuan. Kota utama Corboba, dan kota-kota lainnya seperti Toledo, Sevilla, Valencia, Almeria, Granada menjadi pusat ilmu pengetahuan modern.

Teori penerbangan pertama dipraktekkan, diteliti selanjutnya ditulis oleh Abbas Ibnu Firmas. Insan dunia penerbangan yang jujur mengakui Abbas sebagai penemu pertama teori tentang pesawat terbang, bukan Oliver dan Wilbur Right. 

Ilmuwan Muslim lainnya banyak lahir dan mewarnai bumi Andalusia, juga ulama termasyur Al-Qurthubi. Dengan gerakan penelitian, pengembangan, dan penyebaran ilmu pengetahuan, peradaban Islam di Andalusia menjadi peradaban paling lama yang mampu bertahan meskipun berulang-kali terjadi pergantian pemimpin.

Akar Islam yang luat selama 781 tahun di Andalusia menyinari wilayah Eropa lainnya dengan ilmu pengetahun.

Futuh wilayah tanpa pedang dan genderang perang sebagai tantangan tersendiri mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. 

Bi idnillah futuh wilayah bil hikmah tanpa kilatan pedang dan genderang perang mampu bertahan lebih panjang. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

This post was published on Sabtu 1 Januari 2022 | 22:21 22:21

Leave a Comment
Share
Published by
M Nurfatoni

Recent Posts

Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir

M. Anwar Djaelani: Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir (Sketsa foto Atho'…

Jumat 27 Mei 2022 | 23:04

Digital Creative Communication Jadi Bekal Penguatan Karir Mahasiswa Komunikasi UMM

Pembicara berfoto bersama dengan latar belakang peseta (Istimewa/PWMU.CO) PWMU.CO - Digital Creative Communication Jadi Bekal…

Jumat 27 Mei 2022 | 22:49

Tasyakur Milad Aisyiyah Semarak dengan Tarian Ini

Tampilan Tari Assalamu alaikum, TK ABA 36 PPI. PWMU.CO- Tasyakur Milad  Aisyiyah ke-105 dan Halal…

Jumat 27 Mei 2022 | 22:21

Premium Time Anak Menghafal Quran

74 siswa kelas VI mengikuti ujian terbuka Tahfidh Qur'an Metode Tajdid di Gedung Serbaguna. (Cebeng/PWMU.CO)…

Jumat 27 Mei 2022 | 22:15

Inilah Pejuang Terbaik Ramadhan 1443 SD Muwri

Para pejuang terbaik Ramadhan 1443 H (Magfiratul Azmi/PWMU.CO) Inilah Pejuang Terbaik Ramadhan 1443 SD Muwri,…

Jumat 27 Mei 2022 | 22:13

Jadi Duta Buku Nasional, Ini Rahasia Siswa Smamio

Hj Arumi Bachsin ketua Dekranasda Jatim (kiri), Nabila Eka Agustin saat menerima penghargaan, Arzetti Bilbina…

Jumat 27 Mei 2022 | 22:12