Categories: Ngaji Hadits

Bahayanya Sifat Egois dan Cara Menghindarinya

Bahayanya Sifat Egois dan Cara Menghindarinya (Ilustrasi: pixabay)

Bahayanya Sifat Egois dan Cara Menghindarinya, kajian oleh Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo

PWMU.CO –  Kajian berangkat dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسْعُودٍ  قَالَ: قالَ رسُولُ اللَّه ﷺ:إنَّهَا ستَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا, قَالُوا: يَا رسُولَ اللَّهِ؟ كَيفَ تَأْمُرُ مَنْ أَدْرَكَ مِنَّا ذلكَ؟ قَالَ: تُؤَدُّونَ الحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ, وتَسْأَلُونَ اللَّهَ الذي لَكُمْ. متفقٌ عليه.

“Kalian akan menyaksikan sikap-sikap egois sepeninggalku, dan beberapa perkara yang kalian ingkari.” Para sahabat bertanya; ‘Lantas bagaimana Anda menyuruh kami ya Rasulullah!’ Nabi menjawab: ‘Tunaikanlah hak mereka dan mintalah kepada Allah hakmu!’ (HR Bukhari dan Muslim)

Atsarah di antaranya didefinisikan dengan ananiyahtafdlilul insan nafsahu ‘ala ghairihi.Yakni akuisme, seseorang lebih mengutamakan kepentingan dirinya daripada kepentingan orang lain. Lawannya adalah al-itsar yakni lebih mengedepankan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri.

Jadi atsarah adalah sifat egoisme yang dimiliki oleh seseorang yang selalu berpikir menang sendiri tanpa peduli kepada orang lain. Sebagaimana dalam hadits di atas, Rasulullah menyampaiakan sepeninggal beliau dikemudian hari akan terjadi sikap egois dan banyak perkara yang sebenarnya diingkari oleh umat. 

Hadits di atas sekaligus memberikan peringatan agar kita mesti hati-hati dan waspada jika hal itu terjadi. Sekaligus menjadi peringatan bagi para pemimpin agar sebaiknya kepentingan umat di dahulukan dari pada kepentingan dirinya sendiri, kepentingan anak buah harus lebih diutamakan dari pada kepentingan dirinya.

Baca sambungan di halaman 2: Bahayanya Egoisme 

Ilustrasi: pixabay

Bahayanya Egoisme 

Sebagaimana isyarat dalam hadits di atas, egoisme dapat menjadikan seseorang bertindak tidak adil. Padahal keadilan merupakan inti dari ajaran Islam ini, terutama dalam rangka jalinan atau hubungan sesama manusia. 

Dalam hal keadilan ini berlaku bagi siapa saja tanpa memandang warna kulit, suku, bahasa, dan apapun variable yang melekat pada manusia. Bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama antara satu dengan lainnya.

Oleh karena itu egoisme dapat memicu timbulnya perpecahan dalam sebuah kelompok atau komunitas, karena dengan sikap egoisme, sebagaimana penjelasan hadits di atas, akan terjadi banyak hal yang tidak sesuai dengan kepentingan yang lebih besar atau kepentingan bersama. Sehingga kemudian banyak yang mengingkarinya, walaupun tetap harus dijalani secara sebaik sekalipum dengan keterpaksaannya. 

Semua kekuatan yang dianggap dapat merongrong kekuasaanya segera diberangus sedemikian rupa dengan berbagai cara. Tekanan dan intimidasi terus dilakukan dalam rangka melemahkan kekuatan yang dianggap berpotensi mengganngu stabilitas kepentingannya. 

Bahkan seringkali tidak lagi peduli walaupun dengan menabrak hukum yang berlaku. Yang penting baginya apa yang sudah dicanangkan kelompoknya harus berjalan tanpa ada yang boleh menghalanginya. 

Tidak peduli dengan nasib banyak orang kedepannya, semakin baik ataukah semakin terpuruk, yang penting baginya saat sekarang saat ia berkuasa dapat bertindak sekehendak hatinya.

Baca sambungan di halaman 3: Sabar Menghadapi Egoisme

Sabar Menghadapi Egoisme

Maka dalam kondisi demikian Rasulullah mengisyaratkann agar setiap umat yang merasakan keadaan seperti ini hendaknya tetap bersabar dan bersabar. 

Dengan kata lain Rasulullah memberikan isyarat, sabar itu tidak ada batasnya atau ada habisnya. Sabar merupakan hiasan indah dalam pribadi seorang Mukmin. Sabar berarti tetap berusaha istikamah dalam menegakkan kebenaran yang diyakininya. Sekaligus tawakal kepada Allah terhadap keadaan yang dialaminya.

Dengan bersabar itulah kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda tanpa batas dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (an-Nahl 96)

أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا  

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, (al-Furqan 75).

Baca sambungan di halaman 4: SSolusi agar Tidak Egois

Ilustrasi: pixabay

Solusi agar Tidak Egois

Orang yang egois cenderung melihat segala sesuatu dari kacamata kepentingan pribadinya, walaupun kadang berdalih untuk kepentingan bersama. 

Orang egois memandang segala sesuatu bisa menjadi ancaman baginya sewaktu-waktu, sehingga kadang bertindak arogan dalam rangka menutupi ketakutan terhadap apa yang akan terjadi. 

Orang egois selalu berpikir subyektif dan merasa memiliki kapasitas yang sempurna untuk menentukan sebuah kebenaran, sedangkan yang lain jelas tidak benar atau salah, baginya merasa bersalah dan menutupinya merupakan bagian yang harus dilakukan.

Islam mengajarkan, agar terhindar dari sifat egois adalah dengan memperkuat akidah, karena hanya dengan kekuatan akidah yang benar sifat egois itu dapat dihancurkan dalam jiwa seseorang. 

Bagi orang yang beriman ia merasa dirinya bukanlah siapa-siapa. Kesadaran dan keyakinannya adalah apa yang ada pada dirinya saat ini adalah amanah sekaligus anugrah Allah Subhanahu wa Taala yang harus dijalani dengan baik. 

Ia pahami bahwa risiko amanah ini sangat berat yang akan ditangungnya jika tidak amanah atau khianat.

Akidah Kuat

Akidah yang kuat akan menjadikan pemiliknya selalu berhusnudhdhan kepada orang lain, dan selalu memperhatikan kebaikan orang lain pada dirinya. 

Maka ia akan selalu bersikap tawadlu’ dan dapat menghargai orang lain sebagaimana ia selalu minta dihargai dan dimuliakan oleh orang lain. 

Ia tidak memandang orang jauh di bawahnya, akan tetapi ia melihat orang lain sejajar sebagai mitra bersama untuk mencapai tujuan bersama pula. 

Seorang Mukmin tidak mudah tersulut emosi ketika ada yang berusaha merendahkannya, karena baginya harga diri bukan terletak pada dilecehkan atau dimuliakan dirinya oleh orang lain. Akan tetapi harga dirinya terletak pada nilai keimanannya itu sendiri yang menjadikan dirinya selalu memiliki ketergantunga kepada Allah, bukan bergantung kepada penilian orang lain. 

Semoga di awal tahun 2022 ini kita selalu dilindungi oleh Allah dari berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana hati yakni masih terselip sifat egois dalam diri ini, dan semoga selalu dibimbing untuk sabar dalam menghadapi segala keadaan, amin. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

Bahayanya Sifat Egois dan Cara Menghindarinya adalah versi online Buletin Jumat Hanif Edisi 7 Tahun XXVI, 7 Januari 2022/4 Jumadil Tsani 1443

This post was published on Jumat 7 Januari 2022 | 05:49 05:49

Leave a Comment
Share
Published by
M Nurfatoni

Recent Posts

Smamio Gandeng PBS Kenalkan Budaya Tionghoa

Helena Aprilia (kiri menyamaikan materi di acara Foreign Language Space. Smamio Gandeng PBS Kenalkan Budaya…

Kamis 26 Mei 2022 | 21:06

SMK Muhlibat Gelar Swab Antigen

Siswa SMK Muhlibat Gelar Swab Antigen (Istimewa/PWMU.CO) SMK Muhlibat Gelar Swab Antigen, liputan Qomari kontributor…

Kamis 26 Mei 2022 | 20:57

Juara I LKTI Se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM

Juara I LKTI se-Kota Pasuruan Diraih Santri SPEAM Andrea Iram Dziljianazahra (Denok Setyaningrum/PWMU.CO) Juara I…

Kamis 26 Mei 2022 | 20:54

Kuota Haji Jatim Terbanyak Kedua

Gubernur Khofifah, Dirjen Hilman Latief, dan Kepala Kanwil Kemenag Husnul Maram melihat menu makanan Saudi…

Kamis 26 Mei 2022 | 19:23

Din Syamsuddin ke Qatar Bicara Ujaran Kebencian dan Islamofobia

Peserta Doha International Interfaith Conference. (gulftimes) PWMU.CO- Din Syamsuddin selesai acara pertemuan di Kazan, Rusia,…

Kamis 26 Mei 2022 | 08:51

Inilah Finalis Festival Faqih Usman ke 6 Tahun 2022

Dari kiri Ketua Panitia FFU 6 Nurul Wafiyah, Sekretaris Dikdasmen PDM Gresik M Fadloli Aziz,…

Kamis 26 Mei 2022 | 08:22