Baksos Aisyiyah Krembangan untuk Para Mantan dan Kaum Dhuafa

212
Pasang Iklan Murah
Para abang becak, pedagang keliling, para petugas kebersihan masjid, dan penghuni bawah tol dalam aksi baksos PCA Krembangan. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Memperingati Milad Aisyiyah ke-100, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Krembangan Kota Surabaya menyelenggarakan Kajian Jelang Ramadhan dan Bakti Sosial di Masjid Al Islam Tambak Asri. Kegiatan hasil kerjasama dengan Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu berlangsung Kamis (25/5) pagi.

Ketua PCA Kecamatan Krembangan Hj Umu Hhasanah menyatakan, sasaran baksos tahun 2017 dikhususkan pada komunitas kaum dhuafa seperti abang becak, pedagang keliling, dan para petugas kebersihan masjid. “Selain itu, juga untuk saudara-saudara kita yang tinggal di bawah tol dan para mantan (PSK, Red), yang menjadi binaan berkelanjutan Aisyiyah. Para mantan itu kini sudah berpindah profesi,” ujarnya.

(Baca: Membina Anak Jalanan dan Mantan PSK, Sisi Lain Dakwah Muhammadiyah Krembangan)

Umi juga memaparkan kegiatan PCA selama bulan Ramadhan yaitu aksi berbagi 1.000 takjil pada tanggal 8 Juni 2017 di sepanjang Jalan Demak. “Kita juga adakan kajian Ramadhan selama 4 kali dan diakhiri kegiatan berbagi sembako untuk jamaah yang dhuafa,” ucapnya.

Sebelum pembagian 100 bungkus sembako dan 100 voucher berobat gratis, para warga binaan ini mendapat pencerahan tentang pentingnya puasa ditinjau dari sudut kesehatan yang disampaikan oleh dr Laila, Wakil Ketua PCA Krembangan Bidang Kesehatan dan Pendidikan.

Para mantan PSK dalam binaan berkelanjutan PCA Krembangan. (Foto istimewa/pwmu.co)

Sementara itu, dalam ceramah hikmah puasa, Drs Ali Junaedi M PdI menyampaikan 4 hal yang harus disiapkan dalam ibadah Ramadhan, yaitu pertama, kekuatan hati. “Hendaknya kita melaksanakan ibadah dengan iman dan ikhlas,” terangnya.

(Baca juga: Di Rumah Pintar Matahari, Muhammadiyah Krembangan Didik Anak-Anak yang Bermasalah dengan Hukum)

Kedua, kekuatan fisik yaitu asupan makanan selama berbuka dan sahur harus bergizi. Ketiga, kekuatan otak atau akal. “Kita harus memiliki ilmu tentang Ramadhan, puasa, tadarus, tarawih, dan sedekah,” ujarnya.

Dan keempat, kata Ali, kekuatan dompet, yaitu mempersiapkan uang untuk sedekah di bulan Ramadhan. “Tapi Allah melihat nilai bukan melihat jumlah.”

Ketua RW 06 Zainul MPd menyampaikan terimakasih kepada dr Laila yang telah lama berkiprah mendampingi warga binaan yang tinggal di wilayahnya. (Ferry Yudi AS/Izza Anshory)