Ketika Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Belajar Wudhu Lagi

145
Pasang Iklan Murah
Praktik wudhu yang dilakukan beberapa karyawan RS/Klinik Muhamamdiyah Kabupaten Kediri. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Meski sudah berstatus karyawan—artinya sudah dewasa—tetapi bapak dan ibu ini harus belajar wudhu dan shalat lagi. Itulah yang terjadi saat 100 karyawan amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan (AUMKes) se-Kabupaten Kediri mengikuti Kajian Ramadhan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, (10/6).

Para karyawan yang berasal dari RSM Siti Khodijah Gurah, RSUM Surya Melati Kandat, Klinik PKU Kras, dan Klinik Siti Fatimah Pare itu harus belajar wudhu dan shalat agar sesuai tuntunan Alquran dan Assunah, sebagaimana dirumuskan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT).

(Baca: Saatnya Karyawan Amal Usaha Nyatakan #AkuMuhammadiyah)

Selain menyampaikan teori, Ustadz Ismuhadi yang menjadi narasumber pada materi Thaharah dan Shalat sesuai Tuntunan Rasulullah saw memang mengajak para peserta langsung mempraktikkannya. Sebab ditengarahi banyak karyawan AUM yang shalat dan wudhunya masih belum sesuai tuntutan.

Kegiatan yang diadakan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri ini memang mengambil tema “Tingkatkan Kualitas dan Konsistensi Ibadah di Bulan Ramadhan”.

Selaian materi di atas, materi lainnya adalah Bekerja sebagai Ibadah yang disampaikan oleh Muhammad Hatta. Dengan gayanya yang khas, Hatta berhasil membuat peserta antusias mengikutinya.

(Baca juga: Karyawan AUM yang Tidak Aktif Berkegiatan di Muhammadiyah Akan Ditindak Tegas)

Sementara itu, materi ketiga tentang Pelayanan Kesehatan Islami di AUMKes disampaikan oleh Ketua MPKU Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, dr Sholihul Absor MKes.

Ketua MPKU PDM Kabupaten Kediri Eri Nurrokhim mengatakan, selain untuk menambah ilmu, kegiatan ini juga merupakan ajang silaturrahim dan meningkatkan keakraban karyawan antarAUMKes yang ada di Kabupaten Kediri. (AS)

Ketua MPKU PWM Kajtim dr Sholihul Abhor MKes. (Foto istimewa/pwmu.co)