MUI Dukung Mendikbud Terkait Kebijakan 5 Hari Sekolah

133
Pasang Iklan Murah
Pertemuan Pimpinan Pusat MUI dengan Mendibud di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat (foto: humas kemendikbud)

PWMU.CO – Program Penguatan Karakter (PPK) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menuai dukungan. Kali ini, pimpinan pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung program yang kebijakannya dalam bentuk sekolah 8 jam sehari 5 hari dalam sepekan itu.

“Kami menangkap bahwa kebijakan yang ditempuh oleh Dikbud ini itu di dalam rangka melakukan penguatan karakter sebagai jawaban tantangan globalisasi,” ujar Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017)

iklan

“Penguatan karakter ini melahirkan konsep restorasi pendidikan karakter di sekolah. Adalah optimalisasi di sekolah untuk penguatan di sekolah,” lanjut pria yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

(Baca juga: Sekolah 5 Hari Sepekan Justru Untungkan Madrasah Diniyah dan Sangat Aneh jika Penolakan Sekolah 5 Hari Dikaitkan dengan Full Day School)

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy. MUI disebut Ma’ruf juga menilai program yang diusulkan Mendikbud sudah tepat untuk penguatan karakter bangsa.

“Hal yang kami tangkap itu ada beberapa hal, bahwa kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap dan opsional. Oleh karena itu, MUI akan membuat saran dan pendapat. Tapi secara umum, kebijakan yang dilakukan Mendikbud ini sangat tepat dalam penguatan karakter bangsa,” kata KH Ma’ruf Amin.

(Baca juga: Kemdikbud Bantah Kabar Akan Hapus Pelajaran Agama di Sekolah)

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Mendikbud RI mengaku banyak menerima saran dan kritikan dari MUI. Muhadjir menilai, salah satu hal yang membuat programnya menjadi polemik di masyarakat karena kurangnya sosialisasi.

“Dan banyak sekali saran dan kritikan, termasuk juga mungkin masalah kurang lancarnya proses sosialisasi sehingga menimbulkan salah paham,” ujar Muhadjir.

Turut hadir di dalam pertemuan itu Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad, dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata.

(Baca juga: Komentar Sejuk Menteri Agama tentang Sekolah 5 Hari)

Hadir juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno, Staf Ahli bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman, Staf Ahli bidang Regulasi Chatarina M. Girsang, dan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso. (ahmad)