PDM yang Berdiri pada tahun 1928 Itu Diminta Belajar dari Cabang dan Ranting Muhammadiyah Unggulan

167
Pasang Iklan Murah
Safari Ramadhan PDM Ngawi
Nugraha Hadi Kusuma saat mengisi agenda Safari Ramadhan PDM Ngawi

PWMU.CO – Cabang maupun Ranting Muhammadiyah merupakan ujung tombak dari Persyarikatan. Oleh karena itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Indonesia diharapkan bisa memperkuat orientasi dalam pengembangan cabang dan  ranting sebagaimana amanah Muktamar ke-47 di Makassar.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Rating Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LPCR PWM) Jawa Timur Nugraha Hadi Kusuma mengungkapkan bahwa sudah seharusnya  Muhammadiyah  di Kabupaten Ngawi bisa lebih baik. Mengingat usia berdirinya sudah sangat lama, yakni sejak tahun 1928.

iklan

(Baca: Ber-Muhammadiyah dengan Gembira akan Memberi Energi Positif)

”Para pimpinan jangan puas bila punya amal usaha yang hanya sekedar bisa berjalan. Karena sangat penting bagi pimpinan untuk bisa dan mau belajar pada cabang-ranting yang telah mendapat label unggulan dari LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujar Nugraha dalam Syafari Ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ngawi di Perguruan Muhammadiyah  Tempurrejo Widodaren, Ngawi, Ahad (18/6).

Nugraha lantas mengajak jajaran PDM Ngawi untuk bisa belajar dengan melihat Cabang Muhammadiyah Babat dan Cileungsi, atau Ranting Gunungpring, Ranting Godog dan masih banyak lagi lainnya.”Cabang dan Ranting Muhammadiyah tersebut telah berhasil menunjukkan pada masyarakat akan kemanfaatannya,” tegas Nugraha.

Lebih lanjut Nugraha memaparkan bahwa Cabang Muhammadiyah Cileungsi yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, kini bisa menguatkan bidang ekonominya. Cabang Muhammadiyah Cileungsi bisa melakukan modernisasi manajemen organisasi, menyatukan pengelolaan keuangan, meremajakan pimpinan dan menghidupkan Ortom secara simultan. Sehingga performa organisasi menjadi luar biasa.

(Baca juga: Muhammadiyah Berkemajuan, Jawaban Islam Indonesia Masa Depan)

”Setelah diamati, hampir semua ranting dan Cabang yang masuk unggulan itu karena melibatkan perempuan dan anak muda dalam hal ini Aisyiyah dan AMM,” terang pria asal Malang.

Oleh karena itu, lanjut Nugraha sangat penting bisa membangun sinergitas antar pimpinan, anggota dan simpatisan. Terutama pada Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah.

Menanggapi banyaknya keluhan dari cabang-cabang terkait kondisi keorganisasian dan belum terbentuknya  ranting, khususnya di PCM Karanganyar, Nugraha dengan tegas menjawab segera dibentuk ranting. ”Ikuti proses perkaderan, insya Allah   bisa,” saran Nugraha memberi semangat.(uzlifah/aan)