Ini Kunci untuk Membangun Kembali The Golden Age of Islam

97
Pasang Iklan Murah
Ketua PWM Jatim Dr M Saad Ibrahim saat Raker dan Sinergi Building SMA Muhammadiyah 2 Surabaya

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M. Saad Ibrahim dalam Rapat Kerja (Raker) dan Sinergy Building SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) menyampaikan bahwa salah satu indikator kemajuan suatu bangsa adalah banyaknya lembaga pendidikan yang baik.

”Oleh karenanya rezim yang concern dengan pendidikan akan dapat mempercepat kemajuan negaranya,” ujar Saad kepada peserta Raker dan Sinergy Building SMAMDA di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto, Selasa (4/7) malam.

iklan

(Berita terkait: Raker dan Sinergy Building SMAMDA Surabaya Tekankan Penguatan Lima Karakter Muhammadiyah)

Dosen Pascasarjana UIN Maliki Malang ini lalu mengutip perkataan Kaisar Jepang Hiroito setelah Kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom: Adakah guru yang masih hidup? Jika masih ada saya optimis. ”Jepang sangat memperhatikan pendidikan. Sehingga Jepang mampu mempercepat kemajuan pembangunan negaranya,” terangnya.

Lebih lanjut Saad mengungkapkan bahwa kunci dari suksesnya pendidikan Islam juga terletak pada pemimpin. Dijelaskan bahwa Allah memilih Nabi Muhammad SAW bukan tanpa maksud. Selain Rasulullah dilahirkan dan dibesarkan di Kota Mekah, sebuah kota metropolitan di Arab, Rasulullah juga mempunyai pemikiran ke depan, terbuka dan memiliki pengalaman-pengalaman hidup yang luar biasa.

”Rasulullah mempunyai cita-cita untuk membesarkan Islam, hingga akhirnya tercapailah zaman keemasan itu atau The Golden Age of Islam. Negeri Ajam, yakni Persia dan Romawi  waktu itu berada di bawah kekuasaan Islam,” jelasnya.

(Baca: Ketika Siswa Australia Belajar Merawat Jenazah Secara Islam di SMAMDA)

Menyinggung soal Muhammadiyah, Saad mengungkapkan bahwa KH Ahmad Dahlan juga mempunyai pemikiran yang visioner. Bahkan, berkat pemikiran-pemikiran besar yang diproyeksikan secara konkrit lahir banyak panti asuhan, rumah sakit dan sekolah. Sehingga Muhammadiyah menjadi besar seperti saat ini.

”Lalu bagaimana dengan kita? Bisakah kita mempunyai pikiran pikiran besar, terbuka, ke depan untuk membangun kembali The Golden Age of Islam,” serunya.

Di akhir paparannya, Saad mengingatkan agar guru dan karyawan SMAMDA wajib mempunyai pemikiran ke depan dan harus selalu menjadi lebih baik. Misalnya, seorang guru harus mengupgrade ilmunya, melanjutkan studi yang lebih tinggi dan tidak hanya puas dengan yang sekarang.

”Ke depan, SMAMDA harus mempunyai sekolah yang dijadikan rujukan. Sehingga SMAMDA bisa mempunyai proyeksi ke depan untuk selalu mengupgrade diri,” tutupnya.(tori/aan)