Inilah 4 Hikmah di Balik Program Silaturahmi pada Tokoh Muhammadiyah-Aisyiyah

176
Pasang Iklan Murah
Saat silaturahmi ke KH Yasin Suhaemi. (Foto Uzlifah/pwmu.co)

PWMU.CO – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Klojen Kota Malang mempunyai tradisi yang sudah masuk program sinergi antarmajelis, yaitu silaturahmi ke para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah, sebagaimana yang dilakukan pada Kamis (6/7).

Ketua PCA Klojen Kota Malang Uswatul Hamidah menyampaikan pada bahwa anjuran Rasulullah SAW lah yang mendasari kegiatan tersebut, sebagaimana hadits riwayat Muttafaqun ‘alaihi yang artinya “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”

iklan

(Baca: Agar Reuni Tak Sekadar Nostalgia, Harus Kuatkan Jaringan Jamaah)

Uswatul juga menyitir hadits riwayat Muttafaqun ‘alaihi lainnya, “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya.”

Menurut dia ada empat hikmah yang bisa diambil dari program yang sudah mentradisi itu. Pertama, dengan silaturahmi dapat mempererat persaudaraan di Persyarikatan khususnya dan memperluas jaringan ukhuwah islamiyah umumnya.

Rombongan ketika di kediaman H Jufri Raksana. (Foto Uzlifah/pwmu.co)

Kedua, kata dia, menambah wawasan dari cerita ustadz dan ustadazah tentang pengalaman-pengalaman para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam berjihad di Persyarikatan. “Ini sekaligus mengenalkan pada generasi muda, biar tahu para tokoh dan bagaimana kiprah mereka,” ujar Uswatul.

Ketiga, mempererat persaudaraan antaranggota ranting yang satu dengan yang lain juga untuk semakin menumbuhkan rasa bangga sebagai anggota Aisyiyah.

(Baca juga: Silaturahim Itu Bukan Menyambung Hubungan yang Sudah Terjalin Baik, tapi  ….

“Dan keempat, sebagai proses perkaderan. Ini merupakan salah satu wujud perkaderan bagi generasi muda Aisyiyah Klojen,” ucap Uswatul.

Sementara itu Lya Sofiana, Ketua Majelis Pembinaan Kader PCA Klojen mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan berarti. “Dengan (kegiatan) ini saya jadi mengetahui bagaimana perjuangan para tokoh. Juga sedikit banyak mengetahui tentang  bagaimana perjalanan pergerakan Muhammadiyah di Kota Malang. Ini penting karena banyak dari kami para pimpinan bukan asli Malang,” ujar Lya. (Uzlifah)

Berfoto bersama Hj Sri Rahayu Mujali. (Foto Uzlifah/pwmu.co)