Ketika Suami, Istri dan Anak-Anak Aktivis Persyarikatan Bersilaturrahim Syawalan

106
Pasang Iklan Murah
Ustad Ainur Rofiq saat memberi tausiyah Halal bi Halal PCM Rungkut

PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut memang berkemajuan. Dua pekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, PCM Rungkut langsung tancap gas dengan mengumpulkan para pimpinan maupun para pejuang Persyarikatan dalam acara Halal bi Halal, Sabtu (8/7)  kemarin.

Ainurrofiq MPd, Wakil Kepala Bidang Majelis Pembinaan Kader (MPK) PCM Rungkut Surabaya yang juga Kepala SD Muhammadiyah 18 Mulyorejo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ber-Muhammadiyah hari ini tidaklah mudah. Sebab, anak-anak atau kader-kader muda Muhammadiyah kondisinya sangatlah minimalis. Oleh karenan itu kegiatan silaturrahim Syawalan malam hari ini sangatlah bagus.

(Baca: Inilah 4 Hikmah di Balik Program Silaturahmi pada Tokoh Muhammadiyah-Aisyiyah)

”Ini sebagai momen untuk bertemunya seluruh warga Muhammadiyah Rungkut. Baik itu suami, istri dan anak-anak aktivis Persyarikatan Muhammadiyah Rungkut. Sehingga mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya dan tambah solid,” ujarnya.

Sekretaris PCM Rungkut  Farid Firmansyah mengungkapkan rasa syukur karena acara silaturrahim yang di selenggarakan dapat berjalan dengan guyup, khidmat dan penuh dengan kebersamaan, serta kekeluargaan.

”Dengan kebersamaan di Persyarikatan Muhammadiyah, marilah kita bergerak dan berjuang untuk menegakkan dakwa amal ma’ruf nahi mungkar,” paparnya.

Silaturrahim Syawalan PCM Rungkut dengan tema ‘Cetak Kader Muhammadiyah Tangguh’ digelar di kediaman Aba Faisal Haqqi. Ketua PCM Rungkut ini berpesan untuk senantiasa memegang teguh tali silaturrahim. Karena kekuatan Persyarikatan Muhammadiyah terletak pada silaturrahim yang kuat antar warganya.

(Baca juga: 3 ’An’ untuk Dijalankan dan Dihindari Setelah Idul Fitri)

”Bermuhammadiyah itu sederhana dan menyenangkan. Asalkan, niatkan untuk mengharap ridho Allah SWT. Karena kita mengembangkan Islam itu lewat Muhammadiyah,” tuturnya.

Bermuhammadiyah, menurut Aba Faisal, harus diawali dari keluarga dulu. Baru mengajak yang lainnya. Karena yang tampil di Muhammadiyah hanya orang-orang itu saja. Baik di tingkat ranting, cabang, daerah hingga wilayah.

”Kalau kita ingin banyak kader yang mumpuni harus di awali dari lingkungan keluarga. Nggak semua pimpinan ngasih contoh di atas. Makanya, PCM Rungkut dalam semua kegiatan selalu melibatkan istri dan anak-anak pimpinan Persyarikatan. Ini agar paham dan ngerti  kalau ber-Muhammadiyah itu perlu dukungan Keluarga dan menyenangkan,” tandasnya.(fery/aan)