Pelantikan Pimpinan Ranting yang Disaksikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah

166
Pasang Iklan Murah
Mukayat Al Amin, Ketua Umum PWPM Jawa Timur memberikan motivasi dalam pelantikan PRPM Payaman

PWMU.CO – Kemarin (8/7), menjadi hari bersejarah bagi Pemuda Muhammadiyah Ranting Payaman, Solokuro, Lamongan. Betapa tidak, pelantikan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Payaman disaksikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pelantikan yang dikemas dengan tabliq akbar ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Mukayat Al Amin dan anggota DPRD Jatim Khusnul Aqib. Hadir pula Ketua PDPM Lamongan Sutono, Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Yuhronur Efendi, dan ribuan jamaah Muhammadiyah memadati lokasi tabligh akbar.

(Baca: Ingat! Gerak Dakwah Pemuda Muhammadiyah Tak Boleh Terhalang Isu Negatif yang Sudutkan Islam)

Mukayat mengawali sambutannya dengan menyampaikan selamat dan sukses atas dilantiknya PRPM Payaman. ”Semoga bisa istiqomah berjuang sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum DPD IMM Jatim menegaskan bahwa dalam rangka menjaga keistiqomahan gerakan dakwah amar ma’rif nahi munkar, maka Pemuda Muhammadiyah perlu menjaga semangat rukhul jihad.

”Pemuda Muhammadiyah juga harus senantiasa menjaga rukhul ikhlas. Sehingga gerakan dakwah Pemuda Muhammadiyah benar-benar otentik. Jauh dari kepentingan-kepentingan sesaat, dan syahwat-syahwat yang menjauhkan kita dari nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah,” tuturnya.

(Baca: Keterjebakan Politik Identitas dan Harapan Cak Nun pada Muhammadiyah)

Sementara Dahnil dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya 2 hal. Pertama adalah pentingnya menjaga ukhuwah antar sesama umat Islam maupun dengan umat agama lainnya. Hal ini, kata Dahnil penting dilakukan untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.

”Islam di Indonesia adalah umat yang sangat toleran dan sudah sangat paham tentang toleransi. Itu bisa dibuktikan dalam lembaran sejarah bangsa ini. Jadi jangan sok mengajari umat Islam Indonesia caranya toleransi,” tegasnya.

Kedua, Dahnil mengajak umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah agar mampu menjadikan Idul Fitri 1438 Hijriyah ini sebagai momentum untuk senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaannya kepada Allah SWT. ”Mari kita tingkatkan ukhuwah dan silaturrahmi, serta ketaqwaan kita dengan terus saling mengingatkan,” ajaknya.(fery/aan)