Cinta, sang Petapak Suci Peraih Emas JKTC7: Angin Mamiri yang Berubah Badai Gurun

167
Pasang Iklan Murah
Al Uyuna Galuh Contania alias Cinta dengan medali emasnya. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Nama lengkapnya Al Uyuna Galuh Contania. Sehari-hari akrab dipanğgil Cinta.Cewek kelahiran Surabaya, 10 September 2005 ini dalam penampilan sehari-hari lemah lembut bagaikan angin mamiri. Tetapi kalau sudah berlaga di arena pertandingan pencak silat, sontak dia berubah menjadi badai gurun yang dahsyat.

Seperti dalam final Turnamen Terbuka Nasional Pencak Silat JKTC 7 di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Ahad (16/7), Cinta langsung tampil menyerang lawannya, pesilat dari Tunas 5 Bekasi.

iklan

(Berita terkait: Tim Tapak Suci Sidoarjo Sabet 3 Emas, Sempat Dijamu di Kediaman Mendikbud)

Cinta membuka serangan dengan tendangan harimau menerjang sarang. Tendangannya mendarat telak di dada lawan. Belum sempat lawannya memperbaiki posisi langsung dibombardir dengan pukulan katak melempar tubuh.

Cinta benar-benar tak memberi kesempatan lawannya bernapas. Setiap kali lawannya melancarkan serangan langsung dia counter sehingga benturan tak bisa dihindari. Ketika lawannya melakukan tendangan harimau membuka jalan, Cinta sempat menangkap dan berusaha menjatuhkan tapi wasit keburu membreak.

Memasuki ronde dua, setelah melakukan sedikit kembangan Cinta kembali merangsak lawannya sampai dua kali keluar garis. Mental bertanding lawannya sudah jatuh. Akhirnya seluruh hakim memberi kemenangan mutlak kepada Cinta.

(Baca juga: Serunya Duet Konser Tapak Suci dan Orkestra Musik dari Jepang)

Sukses Cinta, anak ketiga pasangan Anwar Hudijono dan Tri Sulostyowai, tidak lepas dari tangan dingin kedua pelatihnya, M Ahmad S Amin dan M Kanda Iwanta.

Di samping itu juga peran keluarga yang memberi dukungan total. Prinsipnya adalah man jadda wajada, siapa yang sungguh-sungguh maka akan mendapat. Maka kalau mau mendapat medali emas harus latihan sungguh-sungguh.

Untuk itulah selain latihan di sekolah Cinta juga latihan di rumah di bawah pengawasan ayah dan ibunya. Misalnya, meski bulan puasa tetap harus latihan pukul tendang sansak, lari dan sebagainya.

(Baca juga: Tapak Suci di Kampus Negeri Ini Belajar tentang Organisasi dari Harmoni Alam)

Bahkan selama ikut turnamen, kedua orangtuanya mendampingi. Untuk mencegah kelelahan jika nail kereta api, orangtuanya mengajaknya naik pesawat. Tentu saja preatasi ini juga berkat dukungan kepala sekolah dan guru-gurunya.

Cinta baru berlatih tapak suci sekitar setahun sebagai mata pelajaran ektra Tapak Suci di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Dia baru dua kali ikut turnamen. Pertama meraih medali emas di Turnamen Tapak Suci Sidoarjo Open. Kedua di JKTC7 ini. Cinta bertekad untuk terus menekuni silat karena merasa jadi passion-nya. Selamat Cinta! (Cantika, kelas 8 F SMP Musasi)

1 KOMENTAR