Tanpa Presidential Threshold 20 Persen, “Pilpres” di SD Muhammadiyah Manyar Lebih Demokratis dan Canggih

131
Pasang Iklan Murah
Ratu, siswi kelas 6 sedang memilih di komputer kelasnya. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)

PWMU.CO – Pemilua alias pesta rakyat berlangsung demokratis dan canggih di SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jumat (21/7) pagi tadi. Namanya Pilkalas, yaitu pemilihan “presiden” kelas alias ketua kelas. Antusias siswa-siswi dalam memberi dukungan terhadap pasangan calon (paslon) ketua dan wakil ketua kelas masing masing terlihat dari ramainya aula dengan aneka yel dan atribut kampanye.

“Saya dukung Arsya-Reva,” sahut Amel bersemangat. Siswi kelas 6 Buya Hamka ini menjadi tim sukses salah satu paslon di kelasnya. Dia mengaku senang dan tidak sabar menunggu pengumuman hasil perhitungan suara.

(Baca: Di Muhammadiyah Tak Elok Minta Jabatan tapi Pantang Menolak jika Dipilih: Pelantikan Kepala Sekolah MIM 1 Gumeno dan SDM Manyar Gresik)

Memilih via smartphone. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)

Sementara itu, Zaki Abdul Wahid ST selaku Tim IT menyampaikan bahwa persiapan e-voting sudah dilakukan sejak H-7. “Kami menggunakan sistem jaringan kabel dari server ke seluruh kelas,” terangnya.

Dari tahun ke tahun, sekolah yang terletak di Jalan Amuntai 01 GKB Gresik ini telah melaksanakan pemilihan ketua kelas melalui e-voting. Tetapi tahun ini berbeda dengan sebelumnya dimana e-voting dapat dilakukan siswa secara mobile. “Siswa dapat memilih di manapun mereka berada, tidak terpusat di aula,” kata Shofan Hariyanto SPd. Pemilihan dapat dilakukan di kelas, laboratorium komputer, kantor, perpustakaan, dan bisa menggunakan laptop, tablet, atau smartphone.

(Baca juga: Begini Cara SD Muhammadiyah Manyar Siapkan Kader Persyarikatan yang Cinta Tanah Air)

“Dengan begitu, siswa dapat belajar bahwa kecanggihan teknologi bisa memudahkan mereka dalam banyak hal di kehidupan sehari hari,” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah Manyar Ahmad Faizun Ssos  menyampaikan bahwa kegiatan Pilkalas dengan sistem mobile e-voting ini dalam rangka menunjukkan perkembangan di dunia pendidikan, di antaranya selalu up to date dengan perkembangan teknologi serta mengaplikasikan pembelajaran IT dalam dunia nyata. “Siswa dapat melaksanakan demokrasi kelas secara langsung dan berkemajuan dan belajar memilih pemimpin yang amanah karena sudah mengenal kepribadian dan potensinya,” jelasnya.

(Baca juga: Investasi Terbesar Guru adalah Mengajar dengan Hati: Hari Pertama Masuk Sekolah bersama Wakil Bupati Gresik)

Di akhir kegiatan, Faizun mengumumkan hasil perhitungan secara live streaming dari lokasi yang berbeda. Proses Pilkalas mulai dari kampanye hingga perhitungan juga ditayangkan langsung di Fans Page SDM Manyar sehingga wali siswa di kantor atau di rumah juga bisa ikut menyaksikan.

Ke depan, pemungutan suara dalam pemilihan presiden (pilpres) sungguhan bisa juga dilakukan dari kamar. Dan, tentu, tak perlu presidential threshold atau ambang batas 20 persen agar lebih demokratis. He he … (Ria Eka Lestari)

Gambar sosialisasi salah pasangan calon ketua kelas. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)
Suasana kampanye masing-masing paslon sebelum pemilihan berlangsung. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)
Tim sukses salah satu paslon sedang beraksi. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)
Tampilan live streaming di Fans Page SDM Manyar. (Foto Ria Eka Lestari/pwmu.co)