Pencetus Klinik Asuransi Sampah Berbagi Resep Peduli di Perguruan Muhammadiyah Gresik

146
Pasang Iklan Murah
dr Gamal Albinsaid di hadapan guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah Gresik. (Foto M Fadloli Aziz/pwmu.co)

PWMU.CO – Nama dr Gamal Albinsaid sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Dunia pun telah mengenalnya secara luas. Sebanyak 15 negara di 4 benua pernah dia singgahi. Bukan untuk plesir melainkan berbicara soal Klinik Asuransi Sampah yang dia cetuskan.

Nah, Kamis (20/7) kemarin, dokter yang mendapat penghargaan pertama dari Kerajaan Inggris untuk kategori pemuda Sustainable Living Young Entrepreneurs ini, berbagi pengalaman pada guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1,2, dan 3 serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik. Acara berlangsung di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah, Jalan KH Kholil Gresik.

iklan

(Baca: Ratusan Siswa SD Muhammadiyah 1 Gresik Jalani Munaqosyah Quran Juz 30 dan 29)

“Mari kita ciptakan inisiatif peduli dan berbagi untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang kurang beruntung,” kata pria yang masuk dalam 50 inovator sosial paling berpengaruh dunia itu.

Dalam Stadium General (Kuliah Umum) bertema Care & Share: Menjadi Pribadi Peduli dan Berbagi itu, Gamal mengemukakan 3 prinsip yang perlu diperhatikan agar kepedulian tumbuh dengan baik. Pertama, passion. “Kita tumbuhkan kesukaan kita dalam melakukan kegiatan sosial,” ujarnya.

(Baca juga: Masih Kecil tapi Peduli Sesama: Siswa SD Muhammadiyah Manyar Bantu Korban Banjir)

Kedua, strength yaitu kekuatan atau keahlian atau keilmuan yang dimiliki. “Suka tapi tidak ahli akan kurang optimal,” pesan dia. “Prinsip ketiga adalah meaning atau kebermanfaatan. Inilai hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan,” katanya.

Dokter Gamal berharap agar program yang dikembangkan lebih luas kemanfaatannya, maka perlu berkolaborasi dengan organisasi lain yang mempunyai kesamaan visi. “Bisa dikolaborasikan dengan program Lazismu, ataupun MPKU (Majelis Pembina Kesehatan Umum, Red),” tuturnya memberi contoh.

(Baca juga: Ini Cara SD Muhammadiyah 11 Surabaya Menumbuhkan Rasa Peduli dan Empati)

Kesuksesan berbagi Gamal bermula ketika dia melakukan inovasi dalam mengembangkan Klinik Asuransi Sampah untuk menjawab permasalahan kesehatan masyarakat miskin di Malang. Selain soal kepedulian, inovasi itu sekaligus menjawab problem lingkungan yaitu banyaknya sampah. Atas inovasi itu, Pangeran Charles pernah  mengundang dan memberikan penghargaan padanya.

Gamal bercerita, inisiatif untuk membuat klinik asuransi sampah bermula ketika dia mendapat informasi bahwa seorang anak pemulung bernama Khaerunnisa meninggal dunia akibat diare dan ayahnya tidak mampu menebus obat.

(Baca juga: Peduli Sesama Itu Karakter, Bukan Hanya saat Ramadhan)

Merasa prihatin, Gamal kemudian mengajak temannya membangun ide untuk membuat sampah yang ada di sekitar masyarakat miskin menjadi sumber daya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Maka terciptalah “Klinik Asuransi Sampah”.

Inovasi Gamal tidak berhenti di situ. Di era kemajuan teknologi informasi ini, Gamal juga mengembangkan aplikasi Homedika.com dengan menghadirkan tenaga medis ke rumah warga miskin untuk pengobatan gratis. Dia juga berhasil membuat aplikasi siapapeduli.com untuk menggalang dana bantuan untuk pasien kurang mampu yang sedang sakit.

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Ir Dodik Priyambada menyerahkan SK pada Kepala Sekolah SDM 1 Gresik Drs Asmunardi M.Pd yang menjadi kepala sekolah periode kedua. (Foto M Fadloli Aziz/pwmu.co)

Sebelumnya, di tempat yang sama dilakukan pelantikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Gresik. Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik (PDM) Ir Dodik Priyambada berharap bahwa momen tersebut bisa memacu kebangkitan sekolah tersebut.

“Indikatornya saat ini sekolah Muhammadiyah di Perguruan Muhammadiyah Gresik bertambah banyak jumlah siswanya. Sementara trend-nya, banyak sekolah swasta berkurang jumlahnya karena berbagai hal,” ujarnya. “Kami berharap SD Muhammadiyah 1 Gresik bisa menjadi ladang dakwah untuk mewujudkan kader Muhammadiyah yang militan.”

(Baca juga: Program Filantropis Cilik Lazismu Kota Surabaya Ajarkan Peduli sejak Dini)

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Ir Subagyono menyampaikan bahwa pelantikan dilaksanakan di masjid bertujuan agar lebih sakral. “Ini momen kita menyaksikan Kepala SD Muhammadiyah 1 Gresik menyatakan kesanggupan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dia berharap kepala sekolah menjalin komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid. Soal pergantian kekapal sekolah dia mengatakan, “Rotasi pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Dikdasmen PCM Gresik hendaknya disikapi dengan wajar untuk kemajuan sekolah. (M Fadloli Azis)