Tanpa 3 Prinsip Ini, Amal Usaha Muhammadiyah Tak Akan Berkembang Pesat

258
Pasang Iklan Murah
Suasana Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Kota Surabaya Drs H Zayyin Chudlori MA menyampaikan 3 prinsip dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah (AUM) sehingga bisa bertahan tumbuh dan berkembang pesat seperti sekarang.

“Mengurus amal usaha Muhammadiyah, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial, harus didasari 3 prinsip yaitu diniati mencari ridla Allah, ikhlas, dan profesional,” kata Zayyin saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran, Surabaya, Kamis (20/7) malam.

iklan

(Baca: Saatnya Karyawan Amal Usaha Nyatakan #AkuMuhammadiyah)

Jika setiap pimpinan memegang 3 prinsip itu, kata dia, maka insyaallah AUM tersebut akan menjadi amal usaha yang berkemajuan. Menurut dia, ber-Muhammadiyah yang profesional itu harus tertib organisasi dan adminitrasi.

Kepada Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjaran yang baru Zayyin berharap bisa menghasilkan dan membentuk santri-santri yang berakhlak mulia, berkepribadian Muhammadiyah, dan memiliki kecakapan hidup untuk terjun di masyarakat kelak.

(Baca juga: Suksesi Kepemimpinan di Amal Usaha Muhammadiyah: Masuk dengan Baik, Keluar pun Harus Baik)

Ketua Majelis Pelayanan Sosial PDM Kota Surabaya Feri Yudi Antonis Saputro SHI MPdI yang turut hadir dalam acara tersebu menyampaikan bahwa Panti Asuhan Muhammadiyah di Surabaya memiliki 3 tipologi, yaitu panti pesantren, panti mandiri, dan panti pesantren mandiri.

“Nah Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran ini masuk tipologi yang ketiga. Saya titip pesan kepada kepala panti yang baru untuk senantiasa melakukan percepatan di segala lini. Mulai dari peningkatan ketertiban administrasi, keuangan, pengelolaan panti hingga pelayanan pengasuhan kepada anak asuh,” pesannya.

(Baca juga: Waspadai Munculnya Gerakan 4G pada Amal Usaha Muhammadiyah)

Terkait pelayanan pengasuhan, dia berpesa agar panti asuhan memberikan layanan yang terbaik untuk para santri. “Penuhi hak dasar mereka mulai dari sandang hingga papan. Beri mereka kecukupan kasih sayang seolah-olah mereka adalah anak kita sendiri,” tutur Ferry.

Selain itu, lanjutnya, cukupkan pendidikan berbasis agama dan umum secara berimbang. “Apalagi saat ini Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran telah memiliki banyak unit usaha untuk membekali mereka dengan penglaman-pengalaman dunia usaha sebelum masuk ke dunia nyata di kehidupan masyarakat,” pararnya.

(Baca juga: Inilah 3 Prinsip Bekerja pada Amal Usaha Muhammadiyah)

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Rofiq munawi SAg MPdI berpesan kepada kepala panti yang baru untuk meningkatkan pelayanan kepada umat. “Baik itu donatur maupun anak asuh. Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran harus mampu menjadi barometer pengelolaan panti di Surabaya,” pintanya.

Samsul Arifin S.Ud terpilih menjadi Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran periode 2017-2021, menggantikan Supriadi SPd. Selamat mengemban amanah! (MN)