SPEMDA Latih Siswa Sisihkan Uang Saku Rp 500 untuk Peduli Sesama

61
Pasang Iklan Murah
Salah sati siswa sedang mennandatangani deklarasi peduli. (Foto Ferry Yudi AS/pwmu.co)

PWMU.CO – Di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, masa orientasi bukan lagi masa perploncoan. Dari tahun ke tahun sekolah berjuluk SPEMDA itu memberikan warna yang berbeda.  Forum Taaruf Siswa (Fortasi) SPEMDA yang mengangkat tema We care for each other and the enviroment berusaha melayani siswa agar merasa homey (nyaman) di sekolah baru.

“Tema ini diharapkan untuk bisa terus dikembangkan oleh anak-anak SPEMDA . Berkembang lebih kreatif, energik, dan inovatif untuk menciptakan sekolah ramah anak dan ramah lingkungan,”ungkap Dra Ida Indahwati Waliulu, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.

iklan

(Baca: Ketika Spemda Genteng Mencari Bakat Terpendam)

Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah SPEMDA Pandu Satria menjelaskan bahwa tema ini diangkat untuk menumbuhkan kepedulian akan sesama manusia dan lingkungan sejak awal. “Agar kelak mereka memiliki pandangan akan sekolah kita yang berkonsep ramah anak dan lingkungan,” ujarnya. SPEMDA , tambah Pandu, juga meminimalisasi bullying dan berupaya menumbuhkan kepedulian sesama teman.

Pada Jumat (21/7) di hari terakhir Fortasi yang berlangsung 17-21 Juli itu siswa baru mengadakan deklarasi untuk saling peduli, saling membantu, saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

(Baca juga: Rumah Sensor Hujan Karya SPEMDA Surabaya Raih Muhammadiyah Award 2016)

Diadakan di BG Junction Jalan Bubutan Surabaya, deklarasi diikuti oleh 133 siswa baru yang bergabung di SPEMDA pada tahun ajaran baru 2017/2018 ini. Mereka membubuhkan tanda tangan di kain putih berukuran 7 meter. Dengan mengangkat kaleng setiap siswa menunjukkan bahwa deklarasi telah disahkan.

Selama masa taaruf, siswa-siswi membawa kaleng. Mereka diajak untuk menyisihkan uang saku dengan nominal Rp 500 setiap hari. Semoga kebiasaan baik ini berlanjut!  (Ferry Yudi AS)