Ini 3 Tafsir Filosofis “Sepeda Jokowi” Menurut Mendikbud

167
Pasang Iklan Murah
Pembukaan Forum Pelajar Indonesia ke-9. (Foto @Kemdikbud_RI)

PWMU.CO – Ada yang menarik dari sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka Forum Pelajar Indonesia ke-9 di Kantor Kemdikbud, Senayan, Senin (24/7/2017). Kepada 200 peserta forum yang terdiri dari pelajar terpilih dari SMA seluruh Indonesia itu, Mendikbud menyampaikan tafsirnya terhadap kesukaan Presiden Joko Widodo memberikan hadiah sepeda kepada para siswa dalam berbagai kesempatan.

Menurut Mendikbud, pilihan Presiden Jokowi memberi hadiah sepeda kepada anak-anak bisa memiliki makna tak sekadar sebagai alat transportasi. “Sepeda bisa bermakna filosofis,” katanya. Pertama, ujar Mendikbud, agar berfungsi sepeda harus digerakkan. Dan gerakan sepeda adalah maju, bukan mundur. “Presiden ingin mengajak kita maju dengan bergerak dan bertindak. Zaman berubah dengan cepat, kita harus bergerak maju, jangan mundur. Dengan diam saja bisa terlibas, apalagi mundur,” Mendikbud menafsirkan.

(Baca: Pesan Mendikbud Agar Tak Ada Stigma “Koruptor adalah Cetakan Guru”)

Kedua, lanjut Mendikbud, sepeda digerakkan oleh manusia tanpa bahan bakar. “Itu artinya membutuhkan kemandirian dan kerja keras. Jika kita tidak menjalankan sendiri, sepeda itu tidak jalan. Perlu usaha dan kerja keras agar sepeda bergerak. Apa yang kita capai tergantung hasil kerja keras kita,” tutur Guru Besar Universitas Negeri Malang ini.

Filosofi yang ketiga, kata Mendikbud, karena beroda dua ketika bergerak sepeda memerlukan keseimbangan. Jangan sampai gerakan kita menjadikan sepeda roboh. “Jadi harus pintar-pintar menjaga keseimbangan.”

Selama hampir satu jam Mendikbud memotivasi siswa-siswi SMA dari Sabang sampai Merauke itu. Ia berharap Forum Pelajar dijadikan momentum untuk membangun sinergi sesuai tema tahun ini yakni “Sinergi Pelajar Indonesia”.  Sinergi tersebut harus tetap dijaga hingga kelak para pelajar menjadi pemimpin negeri ini. “Pada tahun 2045 kelak, kalianlah yang menjadi pemimpin. Saya kira cukuplah 200 pemuda ini untuk merubah dunia kalau kalian sudah tergerak melakukan perubahan mulai sekarang. Ingat, kata Bung Karno hanya perlu 10 pemuda hebat untuk mengguncang dunia,” kata Mendikbud.

(Baca juga: Pengalaman Unik Menyambut Presiden Jokowi di UMM: Dari Hapus Foto hingga Singkirkan Sofa Mewah)

Kesempatan langka untuk bertemu dan berdiskusi dengan pelajar dari berbagai daerah juga bermanfaat untuk saling mengenal budaya dan karakter masing-masing. Hal ini, kata Mendikbud, penting untuk menumbuhkan kesadaran kebinekaan.

“Saya berharap dari forum ini kelak ada yang jadi presiden, sehingga akan mencari teman-teman alumni forum ini untuk masuk dalam kabinetnya. Mau cari menteri dari Aceh sampai Papua ada, tinggal panggil saja karena sudah mengenal karakter dan kapasitasnya,” tutur Mendikbud disambut tepuk tangan pelajar.

(Baca juga: Kata Mendikbud tentang Film Nyai Ahmad Dahlan, Tayang Perdana 24 Agustus)

Untuk itu Mendikbud berpesan agar para pelajar memersiapkan diri dengan kompetensi abad ke-21 yang disebutnya sebagai 4C. Yakni, critical thinking, creaitivity and innovation, communication skill, dan collaboration.

Forum Pelajar  Indonesia digelar setiap tahun. Rencananya tahun depan akan dikumpulkan seluruh alumni sehingga akan diikuti 1000 orang peserta. “Direktorat Pembinaan SMA Kemdikbud memfasilitasi forum ini, dan kita berharap dapat menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pelajar-pelajar hebat dari semuapropinsi di Indonesia,“ kata Purwadi, Direktur PSMA Kemdikbud. (Nasrul)