Nostalgia di SMAMDA Sidoarjo, Kepala BNN Provinsi Jatim: 30 Persen Pengguna Narkoba Adalah Pelajar

172
Pasang Iklan Murah
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim Brigjen Pol Drs Fatkhur Rahman SH MM (kiri) saat berbicara soal bahaya narkoba di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. (foto Hanafi/pwmu.co)

PWMU.CO – Sambil menyelam minum air. Begitulah jika Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim Brigjen Pol Drs Fatkhur Rahman SH MM berbicara soal bahaya narkoba di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Selain menjadi pembicara, dia juga bisa bernostalgia tentang masa lalunya saat jadi siswa.

Fatkhur sempat berkeliling ke area sekolah tempat dulu ia mengenyam pendidikan pada tahun 1981. “Pada saat saya sekolah dulu halaman sekolah ini masih pasir dan tanah, bahkan tidak jarang, kami membersihkan kelas dari kotoran kambing. Karena dulu di halaman sekolah ini warga mencarikan makan ternaknya,” kata dia bernostalgia.

(Baca: Peduli Bahaya Narkoba, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jatim Raih Penghargaan BNN)

Sekarang Fatkhur tentu saja pangling. Karena kondisi sekolah sudah sangat berbeda. “Semua kelas sudah dilengkapi AC dan fasilitas belajar lain,” komentarnya saat meninjau ruang-tuang sekolah.

Dalam acara bertajuk “BNN Mengajar” itu, Fatkhur mengatakan, sosialisasi soal bahaya narkoba dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam masa orientasi siswa-siswi baru. “Sosialisasi ini merupakan momen yang pas bagi kami. Karena masih dalam orientasi siswa,” ucapnya usai sosialisasi.

(Baca juga: Alhamdulillah, BNN Nyatakan Pelajar SD Muhammadiyah Manyar Bebas Narkoba)

Dia mengungkapkan, penyalahguaan narkoba didominasi oleh usia 15-35 tahun. Sedangkan peringkat tertinggi ada di kalangan pelajar dan mahasiswa yakni mencapai hampir 30 persen.

“Maka dari itu, saya intent dan perhatian sekali, khusunya pada pelajar. Karena di usia-usia mereka masih dalam pancaroba menuju usia dewasa. Kalau mereka salah pergaulan sangat berbahaya,” katanya.

Narkoba itu, lanjutnya, sudah ada disekitar kita. “Jika dahulu narkoba hanya ada di kota besar, namun sekarang narkoba sudah ada di kampung-kampung,” ujarnya.

Fathkur menyatakan, saat ini jumlah pengguna narkoba di Jatim menempati peringkat kedua terbanyak di Indonesia setelah Jawa Barat. “Jumlah pengguna narkotika di Jatim mencapai hampir 900 ribu orang. Dari jumlah tersebut didominasi oleh usia produktif yakni 15-35 tahun,” jelasnya.

(Baca juga: SMAMDA Sidoarjo Fasilitasi Siswanya untuk Kuliah Gratis ke Malaysia)

Sampai saat ini, lanjutnya BNNP Jatim belum menemukan jenis narkotika baru yang diedarkan di Jatim. Di sisi Iain ia berharap agar jenis narkotika turunan dari ganja yakni Plaka dari Amerika tidak masuk ke Indonesia.

“Mudah-mudahan tidak beredar di sini. Kalau beredar bahaya karena yang bersangkutan akan kehilangan akal sehat, mirip orang gila. Sukanya menyakiti orang dan menyakiti diri sendiri,” imbuhnya.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985 itu juga berharap semua siswa untuk terus meraih prestasi dengan menjahui narkoba. “Kalau saya saja zaman sekolah dulu seperti itu, Anda yang sudah dilengkapi fasilitas belajar, harusnya melebihi saya sekarang,” katanya di hadapan siswa.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim Brigjen Pol Drs Fatkhur Rahman SH MM menerima cinderamata dari Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo Wigatiningsih MPd. (Foto Hanafi/pwmu.co)

Dalam acara yang bertempat di Aula KH AR Fachruddin SMADA Sidoarjo, Senin (24/7) itu, hadir seluruh siswa dari berbagai tingkatan. Juga para guru dan karyawan dan Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo.

(Baca juga: Dakwah On The Street Pelajar SMAMDA Gembirakan Anak Jalanan Sidoarjo)

Dalam sambutanya, Kepala Sekolah Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo Wigatiningsih MPd menyoroti kondisi pelajar saat ini. “Pada dasarnya manusia memiliki 5 kecerdasan, yaitu spiritual, emosi, intelektual, ketangguhan, dan kreatifitas. Dari 5 kecerdasan itu, salah satu indikatornya adalah bebas dari narkoba. Karena dengan bebas dari narkoba maka kita bisa berfikir dengan jernih. Ibadah pun bisa tenang,” katanya.

Dia mengingatkan, “Karena 30 persen pelajar terjangkit narkoba, maka jangan sampai merembet ke sekolah kita tercinta, karena prestasi tidak bisa diraih dengan cara yang demikian,” tegasnya. (Hanafi)