Holding Company RS Muhammadiyah Jatim pun Jadi Plus-Plus

236
Pasang Iklan Murah
Suasana rakerwil MPKU PWM Jatim. (Foto dr Tjatur/pwmu.co)

PWMU.CO – Tekad Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah (RSM/A) Jawa Timur untuk membentuk Holding Company mendapat dukungan dari 2 RSM di luar Jatim, yaitu RS PKU Muhammadiyah Bima NTB dan RS Muhammadiyah Taman Puring Kebayoran Baru, Jakarta.

Kedua RSM tersebut menjadi undangan khusus saat Rakerwil ke-34 Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Hotel Bukit Daun, Kediri (21-23/7).

(Baca: Rumah Sakit Muhammadiyah Bakal Bersatu dalam ‘Holding Company’)

Kepada PWMU.CO, Selasa (25/7), Ketua MPKU Jatim dr Sholihur Absor MKes mengatakan, melalui komunikasi yang intens sebelum raker, kedua RSM itu menyampaikan keinginannya untuk bisa menjadi peserta khusus dan menjadi bagian holding company-nya MPKU-RSM/A Jawa Timur.

Direktur RS Muhammadiyah Taman Puring dr Nahari Arifin SpA menyampaikan rasa terima kasihnya telah diundang dalam acara tersebut dan bisa melihat secara langsung antusiasme peserta raker. Dia berharap MPKU Jawa Timur dan Jaringan RSM/A terus bergerak dan berkarya.

(Baca juga: Kala Haji Sudjak Dianggap Gila, Apakah RS Muhammadiyah Holding Company Juga Ide Gila?)

“Kami berharap MPKU Jatim melalui holding company-nya nanti, bisa menjadi pelopor bangkitnya AUM Kesehatan di Indonesia,” kata Ahmad SPsi SHMH MM Psi, Ketua MPKU PCM Kebayoran Baru, yang membawahi RS Muhammadiyah Taman Puring.

Hal senada diungkapkan oleh Imran Syafrudin SPdi—Wadir Administrasi dan Umum yang merangkap Wadir Kepegawain dan Keuangan RS PKU Muhammadiyah Bima.

Ahmad, utusan RS Taman Puring Jakarta. (Foto dr Tjatur/pwmu.co)

Bahkan Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima dr H Muhammad Ali SpPD berharap agar MPKU Jawa Timur bisa melakukan pembinaan berkelanjutan untuk penguatan sistem manajemen dan peningkatan kapasitas SDI.

(Baca juga: Sunrise of Java dan Manajemen Kartu Skor Berimbang RS PKU Muhammadiyah Rogojampi)

Ketua MPKU PP Muhammdiyah Agus Samsudin menjelaskan bahwa secara konsep yang dimaksud dengan holding company (perusahaan induk) adalah perusahaan yang menjadi perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan.

“Ciri atau unsur utamanya adalah secara ekonomi ada kesatuan. Dan secara yuridis jumlahnya jamak,” jelasnnya. Faktor penentu holding company, menurut Agus, adalah kepemilikan, perjanjian, dan faktor faktual.

(Baca juga: Siloam Hospital Group Akui Kebesaran Jaringan RS Muhammadiyah Jatim)

Dengan kesamaan kepemilikan yaitu Persyarikatan Muhammadiyah, ditunjang dengan perjianjian yang disepakati serta kondisi faktual yang ada, maka RS PKU Muhammadiyah Bima—satu-satunya rumah sakit milik Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan RS Muhammadiyah Taman Puring Kebayoran Baru  Jakarta menyatakan kesediaannya untuk ikut bergabung dengan Jaringan RSM/A Jatim.

Maka holding company pun akan menjadi plus-plus. Dan meminjam kalimat Dr dr M Natsir SPOG M Kes —Ketua MPKU PP Muhammadiyah 2010-2015—matahari selalu terbit dari timur. (dr Tjatur)

Kamarudin dan Imran Syafrudin, dua utusan dari Bima. (Foto dr Tjatur/pwmu.co)