Tantangan Sekolah Muhammadiyah: Mengintegrasikan Pendidikan Karakter dalam Ujian

209
Hikmah Press
Arbaiyah Yusuf dalam Bimtek UN 2018 di Umsida. (Foto Prima/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ujian Nasional sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Untuk itu, target harus ditetapkan dan strategi harus dirancang untuk mencapai hasil optimal.

Menyikapi hal itu, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis Ujian Nasional (Bimtek UN) 2018 hari ini, Sabtu (9/12/2017).

iklan

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di lantai 7 Gedung E Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FEB Umsida), Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim Arbaiyah Yusuf MA menyampaikan kegiatan ini adalah bagian dari pemberdayaan guru-guru Muhammadiyah.

“Hari ini kita akan merakit soal. Karena itu, sebagai guru Muhammadiyah, buatlah soal-soal yang ada muatan High Order Thinking Skill (HOTS),” paparnya.

Arbaiyah—panggilan akrabnya—menjelaskan salah satu kebutuhan guru Muhammadiyah yang mendasar adalah penilaian.

“Karena itu di tahun 2018 nanti kami akan adakan Pelatihan Penilaian sebagai wujud perhatian kepada guru-guru kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menceritakan saat ini sedang dilakukan finalisasi model Bimtek Kurikulum 2013 (K13) Revisi untuk memastikan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah ruh dalam muatan pembelajaran.

“PPK harus terintegrasi dalam 3 hal yaitu PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Arbaiyah berpesan PPK harus benar-benar terintegrasi dalam ujian di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Nilai-nilai religius dan nasionalis, integritas, dan mandiri harus tampak saat siswa mengerjakan ujian individu. Sedangkan nilai gotong-royong akan tampak saat ujian kelompok,” pesannya.

Siap sukses ujian nasional! (Ria Eka Lestari)