Ketika Calon Walikota Disangka Tukang Masak

813
Hikmah Press
Ya’qud Ananda Gudban (kanan) saat mendekati Ustadz Muhammada Nurkhakim. (Uzlifah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jadi kandidat pejabat jangan gede rumongso alias GR merasa dikenal banyak orang. Kejadian di bawah ini penting menjadi pelajaran.

Adalah Ya’qud Ananda Gudban, seorang politisi Kota Malang yang biasa menyempatkan hadir di pengajian Pimpinan Ranting Aisyiyah maupun Muhammadiyah Penanggungan Malang.

iklan

Kelucuan terjadi ketika Nanda—sapaan akrabnya—mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang diadakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Klojen di Masjid TPI Nurul Huda, jalan Panjaitan 15/5 Kota Malang, Ahad (14/1/18).

Dengan santai, Nanda datang berdua ditemani asistennya. Dia tidak canggung dan langsung duduk membaur dengan ibu-ibu.

Perempuan yang baru mendapat gelar doktor itu dengan serius mengikuti sampai selesai tausiyah yang disampaikan Dr Muhammad Nurhakim MA, Ketua Majelis Tabligh dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Baca Juga:  Rawan Ditunggangi Politik, Jelang Pemilu Muhammadiyah Tetap Solid

Begitu Nurhakim menutup tausyiahnya, Nanda tidak mau kehilangan kesempatan untuk meminta nasehat terkait dengan kepemimpinan. “Setelah ini saya ada acara di Surabaya, tapi saya harus bicara dengan Ustadz Nurhakim agar saya tidak salah melangkah,” ujar Nanda sembari menghampiri Nurhakim.

Yang dilakukan Nanda sangat bisa dimaklumi. Pasalnya ia tercatat sebagai salah seorang calon Walikota Malang. Karena itulah usai berdiskusi dengan Nurhakim, Nanda minta sedikit kesempatan bicara saat jamaah sedang sarapan bersama.

“Saya sangat senang bisa bersama Bapak dan Ibu di sini. Saya mohon doa ya,” ucap Nanda singkat.

“Amin…,” jawab jamaah.

Tiba-tiba seorang lelaki tua berdiri. “O…. Ibu ini ya, yang menyiapkan semua masakan ini. Hebat lho Bu, enak masakannya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ternyata Kehadiran RadioMu Dinantikan Warga Muhammadiyah di Desa Ini

Mendengar penyataan itu, jamaah tertawa. Begitu juga Nanda, ia tak kuasa menahan tawa.

Melihat hal itu, Uzlifah—salah satu kontributor PWMU.CO—ikut menjelaskan. “Ibu ini minta doa karena mau nyalon walikota, Pak,” jelasnya.

Karena lelaki tua tadi masih tidak percaya, Uzlifah mengulangi ucapannya sampai empat kali. Hingga akhirnya lelaki tua itu menyadari ketidaktahuannya.

“Ya Allah… semoga sukses. Saya berharap, Ibu bisa seperti walikota Surabaya yang bersumpah karena Allah,” ujarnya penuh semangat. (AK)