Muhammadiyah dan NU yang saling Melengkapi dalam Canda Khofifah Indar Parawansa

830
Hikmah Press
Cagub Jatim Khofifah Indar P saat mengisi sesi Pleno Rapimwil II PW Pemuda Muhammadiyah Jatim, didampingi moderator Wakil Ketua PWPM Abdus Salam (foto: pwmu)

PWMU.CO – Ada pengibaratan yang unik dari Khofifah Indar Parawansa tentang Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama/NU. Meski disampaikan dalam candaan, justru pesannya sangat mendalam. Bahwa Muhammadiyah dan NU adalah dua organisasi yang saling melengkapi, dan itu sudah dilakukan.

Demikian salah satu poin yang dikemukakan Khofifah dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II Pemuda Muhammadiyah Jatim di Asrama Haji Surabaya, (3/2). “NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi yang saling melengkapi, komplementer,” katanya tentang 2 organisasi ini, yang dia pun tak menampik jika keduanya punya perbedaan.

iklan

Sebelumnya, dengan berkelakar, calon Gubernur Jatim yang akan berlaga dalam Pilgub 2018 ini menceritakan pembicaraan antara dirinya dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Prof Zainuddin Maliki.

Dalam salah satu kesempatan, lanjut Khofifah, Zainuddin menuturkan tentang perkembangan Universitas Muhammadiyah Surabaya yang dipimpinnya pada 2003-2012. “Banyak mahasiswa Unmuh Surabaya yang berasal warga NU. Sehingga Muhammadiyah telah ikut mencerdaskan warga NU,” cerita Khofifah menirukan Zainuddin Maliki.

“Dan itulah salah satu bentuk sumbangsih Muhammadiyah untuk bangsa,” kata Khofifah. “Dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah memang luar biasa,” lanjutnya memuji.

Tak mau “kalah” tentang masalah saling sumbangsih, Menteri Sosial ini pun juga memberi jawaban humoristik. “Tapi Prof, sumbangsih NU untuk Muhammadiyah juga sangat besar lho,” kata Khofifah pada Zainuddin.

“Tidak tanggung-tanggung NU mewakafkan kadernya untuk menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah,” jelas Ketua Muslimat NU merujuk pada sosok Prof Din Syamsuddin. Sebab, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 ini memang pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar NU/IPNU Sumbawa, tepatnya pada tahun 1970-1972.

Dan, sebagaimana yang diakui Din Syamsuddin sendiri, masa kecilnya itu seringkali dijadikan candaan dirinya dengan Ketua Umum PBNU 2000-2010, Dr (HC) Hasyim Muzadi. Cerita yang dimaksud adalah dalam link berikut ini: Dari Korak hingga Qori’, Candaan KH Hasyim Muzadi tentang Din Syamsuddin yang IPNU tapi Pimpin Muhammadiyah.(paradis)

1 KOMENTAR