Merusak Akidah, Pelajar Serukan Tolak Hari Valentine

165
Hikmah Press
Fikri/pwmu.co
Aksi penolakan perayaan Hari Valentine oleh murid SMPM 11 Surabaya.

PWMU.CO-Puluhan siswa SMPM 11 Krembangan Surabaya menggelar aksi menolak Hari Valentine, Senin (12/2/2018). Aksi dimulai pukul 14.30 dilakukan di depan sekolah dengan berbaris dan membentangkan poster seruan jangan rayakan Hari Valentine karena tidak sesuai dengan nilai Islam. Masyarakat sekitar dan pengendara turut menyaksikan aksi siswa SMP Muhlas ini.

Aksi dimulai dengan orasi yang dilakukan oleh Bintang Ramadhan dan Reyno Aditya Panjalu. Di hadapan teman-temannya, kedua siswa kelas VII B itu menyuarakan dengan lantang Hari Valentine bukan budaya Islam sehingga tidak perlu diikuti. Meskipun mereka masih pelajar kelas VII, gaya orasinya hampir sepadan dengan gaya orasi para orator andal.

iklan

Baca Juga: IPM Nganjuk Deklarasi Tolak Perayaan Valentine Day

Baca Juga:  IPM Nganjuk Deklarasi Tolak Perayaan Valentine Day

Mereka tampak sangat bersemangat ketika aksi berlangsung meskipun saat itu matahari begitu menyengat. Sesekali terdengar suara takbir ketika Bintang dan Reyno berorasi. Tampak pula beberapa siswa membentangkan poster yang bertuliskan penolakan Hari Kasih Sayang.

Tak sampai begitu saja, mereka menceritakan sejarah awal mula Hari Valentine muncul. Mereka juga melakukan drama tentang perayaan di kalangan pelajar. Melalui dua aksi tersebut, siswa paham sejarah Valentine begitu kelam dan dampak positif perayaannya tidak ada.

Kepala SMPM 11 Suhartini MPd mengatakan, aksi tersebut dilakukan supaya para siswa bisa memahami budaya yang tidak layak dilakukan oleh generasi muslim. ”Aksi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang budaya yang tidak layak dilakukan oleh generasi muslim sehingga anak bangsa Indonesia dan generasi muslim tidak terjebak pada pandangan atau pengaruh yang salah,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Siswa Smamda Tolak Stigma 14 Februari Sebagai Hari Kasih Sayang

Sementara itu, guru Al Islam Arief  Himawan SPdI mengatakan, aksi tersebut juga untuk membentengi akidah para siswa. ”Aksi itu bertujuan untuk membentengi para siswa supaya tidak mengikuti budaya Barat yang tidak sesuai dengan Islam,” tutur Arief yang juga Wakasek. (Fikri Fachrudin)