Rumitnya Teori Lingkaran Mampu Dijelaskan dengan Gamblang oleh Murid Ini

232
Ichwan Arif/pwmu.co
Ahmad Khosyi’ menerangkan teori lingkaran.

PWMU.CO-Setelah program orangtua mengajar, kini SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik mengadakan program murid mengajar. Murid pertama yang berani melakukan itu Achmad Khosyi’ Assajjad Ramandanta. Siswa kelas VIII yang tahun lalu meraih prestasi dalam ajang olimpiade International Mathematics Wizard Challenge (IMWiC) di China, menjadi guru di depan teman sekelasnya.

Dia menjelaskan tentang teori lingkaran. ”Sedikit ndredek, tapi saya mencoba untuk PD (percaya diri) sehingga menjelaskan bisa dipahami teman-teman,” kata Ahmad Khosyi’ sambil tersenyum.

Baca Juga: Di SMPM 12 GKB, Orangtua Murid Ikut Mengajar Juga

Bagi cowok yang memiliki hobi tenis meja ini, matematika itu makanan sehari-hari. Tiga sampai empat jam, dia suka mengutak-atik rumus dalam menyelesaikan soal.  ”Alhamdulillah, pada materi lingkaran tadi, saya bisa menjelaskan mulai dari tali busur, apotema, dan juga tentang sudut,” ujarnya. ”Dalam penjelasan tentang materi tadi ada teman yang bertanya, saya pun menjelaskan dengan konsep logika sehingga mereka bisa langsung paham dan mengerti,” tambahnya.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Dalam penjelasan di depan kelas tadi, menurut dia, materi apotema yang perlu ada penekanan lebih karena susah dipahami. Maka, penjelasan menggunakan logika dibuat sehingga materi susah menjadi mudah dan lebih jelas.

Baca Juga:  Kunjungi Jogja T-Shirt, Siswa SMPM 12 GKB Dapat Ilmu Baru Cara Bikin Kaos Berkualitas

Logikanya, panjang busur semakin panjang itu otomatis sudutnya semakin besar juga dan bila panjang tali busur semakin kecil, maka akan semakin panjang. Pembuktian juga bisa dilakukan, kalau panjang busur semakin panjang, maka sudutnya semakin besar.

Penggunaan logika dalam memahami matematika, khususnya materi lingkaran, perlu dilakukan dan diaplikasikan sehingga kita lebih bisa mengerti dan paham. Cowok yang suka menonton film ini juga, dalam mengajarkan lingkaran, dibuatkan tahapan melalui gambar.

”Ini yang bisa menghadirkan pemahaman awal sehingga mereka akan lebih mudah mengerti,” ujarnya.

Baca Juga:  Orangtua Mengajar di SMPM 12 GKB: Tabuh Genderang Perang pada Hoax

Mengajar di depan kelas ini pengalaman pertama baginya. Ada perasaan malu dan sedikit ragu saat memulai. Takut tidak mampu menjelaskan sehingga teman-teman tidak mengerti. ”Saya lebih mudah mengerti penjelasan Khosyi’ tadi,” ungkap Ryan Danuarta, temannya. ”Apalagi dengan penjelasan melalui contoh dan logika yang diberikan, kami sekarang mudeng (mengerti),” tambahnya. (Ichwan Arif)