Belajar Manajemen Santri dari Gontor

272
Pasang Iklan Murah
pwmu.co
IPM Ponpes al Mizan Lamongan studi banding ke Pondok Gontor.

PWMU.CO-Banyak jalan dan cara untuk mengembangkan manajemen organisasi.  Salah satunya dilakukan oleh IPM Pondok Pesantren Al Mizan Putra Lamongan yang  melawat ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo untuk studi banding,  Sabtu (17/2/2018).

Dalam lawatannya kali ini,  Ikatan Pelajar Muhammadiyah diterima langsung oleh Ustadz Eko Nur Cahyo MAg,  perwakilan dari pondok pesantren bersama pengasuh lainnya.

Ustadz Suwito,  Kabag Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan mengungkapkan tujuan dan harapannya membawa serta anak didiknya ke Gontor untuk belajar manajemen pesantren terutama untuk pendidikan santri di asrama.

Baca Juga: Ponpes al-Mizan Buka Wakaf untuk Pembangunan Asrama

“Kalau di Gontor,  nama organisasi santrinya adalah Organisasi Pelajar Pondok Modern,  kalau kami di Pesantren Muhammadiyah namanya Ikatan Pelajar Muhammadiyah,” ungkap Suwito.

IPM Al Mizan ini ingin mengetahui cara mengelola santri yang jumlahnya besar bisa berjalan dengan baik. Santri-santri terfasilitasi dengan baik dan perkembangan kecakapan berbahasa Arab dan Inggris juga berjalan dengan bagus.

“Salah satu almuni yang kami kenal di Muhammadiyah adalah Prof Din Syamsyudin,  kami ingin mengambil beberapa contoh manajemen santri ini,” sambungnya. “Selain itu bagaimana Gontor bisa hidup dan bertahan sampai sekarang ini, ” tanya Suwito.

Dalam kesempatan tanya jawab  Eko Nur Cahyo, perwakilan Gontor mengungkapkan kekayaan nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendiri Gontor kepada generasi setelahnya yang membuat Gontor bisa sebesar dan bertahan sampai sekarang.

“Gontor sejak dulu bertekad untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada santrinya,  itu kuncinya,  semua aturan dan disiplin dilakukan atas kesadaran nilai-nilai dan tanggung jawab, ” jawabnya.

M. Wildan, ketua IPM Al Mizan Putra menyampaikan harapannya agar ke depan IPM Al Mizan mampu meningkatkan pengetahuan dalam hal manajemen santri dan kemajuan berbahasa Arab dan Inggris. (**)