Islam dan Pancasila, Perjumpaan di Tengah Masyarakat Majemuk

96
Hikmah Press
Suasana FGD Pancasila di PWM Jatim. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lembaga Kerjasama (LK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bekerjasama dengan Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan The Asia Foundation mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pancasila di Kantor PWM Jatim, Rabu (21/2/18).

Acara yang mengusung tema “Islam dan Pancasila: Perjumpaan di Tengah Masyarakat Majemuk” itu diikuti oleh puluhan peserta.

iklan

Ketua MK PWM Jatim Prof Syamsul Arifin mengatakan, acara ini dimaksudkan untuk me-refresh kembali tentang pemaknaan dan penerapan akan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

Sebab, dalam penerapannya Pancasila masih perlu dikaji ulang agar sila kesatu sampai dengan sila kelima bisa terkoneksi baik.

“Semua pihak secara de facto telah bersepakat bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Dan Pancasila lahir melalui pergumulan pemikiran cukup panjang antar tokoh yang didalamnya ada tokoh Islam dan lainnya. Termasuk Presiden RI pertama Ir Soekarno,” ujarnya.

Baca Juga:  Din Syamsuddin Bicara tentang Islam dan Pancasila, Beda tapi Berhimpit

Syamsul menegaskan, pengkajian ini perlu dilakukan karena masih terdapat persoalan kebangsaan yang menuntut penyelesaian dengan penerapan nilai-nialai Pancasila di masyarakat.

“Pancasila sebagai ideologi negara harus bisa diwujudkan untuk mewujudkan kesejahterahan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Adapun FGD Pancasila menghadirkan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber. Di antaranya adalah Anggota UKP PIP (Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila) Zuly Qodir, Direktur Program HAM dan Pengembangan The Asian Faundation Budhy Munawar Rachman, Wakil Ketua PWM Jatim Prof Zainuddin Maliki, dan Dr Choirul Mahfud, dosen agama Islam ITS.(Aan)