Ini Dia Musuh tanpa Wajah yang Jadi Keprihatinan Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah

187
Hikmah Press
Muhammad Arifin sedang memberi pengarahan. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua LDK Muhammadiyah Jatim Muhammad Arifin MAg mengungkapkan adanya bahaya musuh tanpa wajah yang menyerang masyarakat. Dia menegaskan bahwa tidak ada satu pun wilayah NKRI yang bebas dari ancamannya.

Musuh yang dimaksud oleh Arifin adalah narkoba. Menurutnya, narkoba memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap negara.

iklan

“Narkoba sudah merambah ke seluruh pelosok negeri. Ini ancaman serius untuk masyarakat,” ujarnya saat memberi ceramah dalam pelaksanaan KKN Umsida di Kelurahan Jogosari, Pandaan, Pasuruan, Kamis (22/2/18).

Dia mengatakan, narkoba itu bagaikan musuh tanpa wajah. Karena susah untuk dideteksi.

“Kalau menghadapi musuh yang nampak, akan lebih mudah. Tapi narkoba itu susah, karena tidak nampak. Modus peredarannya begitu luar biasa,” katanya.

Baca Juga:  Indonesia Dikepung Narkoba, Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah Konsolidasi dengan Sekolah-Sekolah

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan agar para pemimpin tak hanya membangun secara fisik.

“Membina generasi muda itu lebih penting. Karena mereka adalah penentu masa depan bangsa,” ujar dia.

Dia pun berpesan agar masyarakat berhati-hati dengan perkembangan media online. Kemajuan media ini harus diimbangi dengan nilai-nilai agama.

“Para tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk para pejabat bertanggung jawab dalam penanaman nilai-nilai itu,” pesannya.

Sementara itu, dalam sambutannya dosen pembimbing KKN Umsida Lely Eka Mariyati mengucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat yang telah menerima mahasiswa KKN Umsida.

“Kami ucapkan terima kasih. Khususnya kepada tokoh masyarakat Kampung Jogosari,” ucap dia.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat setempat. Di antaranya camat, Lurah Jogosari, Kapolsek, dan Danramil. Hadir dari LDK PWM Jatim Tulus Widodo dan  Lely Eka Mariati. (Mif)

Baca Juga:  Runyam! Bandar Narkoba Sudah Beli Integritas Pejabat Negara dan Penegak Hukum