Bawa Pentungan, Danramil Ini Berhasil Tutup Warkop saat Jumatan

113
Hikmah Press
Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) Manyar Kapten Infantri Sali (lima dari kiri) bersama Takmir Masjid At Taqwa PPI. (Agustine/PWMU.CO)

PWMU.CO – Prihatin melihat maraknya warung kopi (warkop) yang tetap buka di jam-jam shalat, Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) Manyar Kapten Infantri Sali menyosialisasikan gerakan tutup warung kopi untuk Jumat siang pukul 11 hingga jam satu siang. Hal ini disampaikan pada Kajian Subuh di Masjid At Taqwa Perumahan Pongangan Indah, Manyar, Gresik, Ahad (25/2/18).

“Terutama saat shalat Jumat, kan miris ya, Manyar adalah daerah yang terkenal beriman dan banyak santrinya. Tapi saat Jumatan, masjid masih lengang karena para lelaki nongkrong di warkop. Saya sampai bawakan pentungan, lho. Tapi bukan untuk mentungi (memukul). Tapi gawe weden-weden (menakuti) agar mereka segera ke masjid dan warung ditutup,” tuturnya disambut tawa jamaah.

Baca Juga:  Yuk! Ngopi sambil Ngaji Subuh di Masjid At Taqwa yang Ingin seperti Namira Ini
iklan

Kapten Sali—panggilan akrabnya—mengaku dirinya sempat salah arah ke Masjid Al Muhajirin PPI. Setelah sadar tidak ada anak buahnya di dalam masjid, dia pun segera mencari Masjid At Taqwa PPI.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk menyosialisasikan isu-isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Saya mengimbau jamaah Masjid At Taqwa agar selalu bersikap tenang, kompak, dan bersatu dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di lingkungan masyarakat, terutama saat beribadah,” pesannya.

Ditemani Sersan Satu (Sertu) Rasyid, Sersan Kepala (Serka) Imam, dan Serka Randim, Kapten Sali menjelaskan isu yang berkembang adalah masyarakat krisis moral, karenanya harus bersatu, tidak mudah terprovokasi dan dipecah belah.

Baca Juga:  Kunci Kesalehan Spiritual-Sosial: Lakukan dan Hindari 3 Hal Berikut

“Sebagai umat Islam, saya yakin kita kuat, karena pada dasarnya Islam adalah pemersatu umat. Islam adalah hidayah. Jadi, kalau ada orang Islam tapi masih melakukan penyimpangan, berarti belum dapat hidayah. Tugas kita adalah mendoakannya agar ia segera dapat hidayah,” ujarnya sembari mencontohkan cerita penyerangan orang gila pada ustad dan kyai-kyai yang sedang ramai dibicarakan.

Di hadapan seluruh jamaah shalat Subuh, dia meminta tolong untuk tidak merasa takut terhadap ancaman-ancaman dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Takutlah hanya pada Allah, karena Dia yang menentukan nasib dan garis hidup manusia. Jika masalah datang, jangan keluhkan pada Allah, tapi sampaikan pada masalah bahwa ada Allah bersama kita. Biarkan Allah yang menyelesaikan masalah, tugas kita adalah berikhtiar dan berdoa. Kita tidak ada apa-apanya tanpa pertolongan Allah,” jelasnya.

Baca Juga:  Yuk! Ngopi sambil Ngaji Subuh di Masjid At Taqwa yang Ingin seperti Namira Ini

Dalam kesempatan itu, Kapten Sali berpesan agar dalam beribadah, semua jamaah melakukan dengan niat yang benar.

“Beribadah tulus mengharap rahmat Allah, bukan semata-mata menginginkan upah dari ibadah yang kita lakukan. Jangan seperti karyawan yang menuntut upah. Pahala itu hak Allah, jadi lakukan ibadah dengan sebaik-baiknya. Insyaallah dengan begitu, Allah menjaga kita, memberi ketenangan dan ketentraman hidup baik di rumah tangga maupun masyarakat,” tegasnya.

Semangat amar makruf nahi munkar! (Agustine/TS)