Di E2L Malaysia, Pemimpin Itu Dicetak sejak Dini

194
Pasang Iklan Murah
Tuan Haji Azmil (kiri) memaparkan profil E2L. (Tari/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pemimpin bukan hanya perdana menteri, presiden, atau pebisnis.
Pemimpin bisa di mana saja. Ada yang harus menjadi petani, nelayan, buruh, tetapi tiap-tiap orang bisa menjadi pemimpin, karena pemimpin adalah orang yang memberi inspirasi pada orang lain.

Hal itu disampaikan Pengarah Urusan Educate to Learning (E2L) Tuan Haji Azmil Khuzaid Zakaria di hadapan peserta Rihlah Dakwah III Muhammadiyah Jawa Timur, Senin (5/2/18).

iklan

“Kami menciptakan pemimpin masa depan di sini. Ayah mertua saya sebagai pemilik gedung ini berkata, kalau orang yang bekerja di gedung ini tidak punya nilai-nilai yang benar, percuma dia membangun gedung ini. Lebih baik tinggal di hutan saja,” tuturnya.

Dalam kunjungan di Mercu Mustapha Kamal, Neo Damansara, Malaysia itu, Tuan Haji Azmil—sapaannya—mengaku E2L berkontribusi melahirkan calon pemimpin melalui alat bantu mengajar dan kurikulum yang bisa digunakan untuk taman kanak-kanak (TK).

“Kami juga mengadakan teacher training. Kami percaya, jika gurunya bagus, di mana saja dia pasti bagus. Mengajar di bawah pohon pun bagus,” tegasnya.

Dia menyebutkan, ada dua produk unggulan E2L yaitu Chichi Chacha dan Fikir. “Chichi Chacha adalah kartun sejenis Upin Ipin dan Boboboy dengan tema Top Edutainment Show yang lebih menitikberatkan pendidikan anak-anak Muslim usia empat hingga delapan tahun. Sedangkan Fikir adalah komunitas online siswa dan guru untuk bisa belajar bersama di dunia maya,” ungkapnya.

Peserta Rihlah Dakwah III Muhammadiyah Jatim mengunjungi E2L Neo Damansara, Malaysia. (Tari/PWMU.CO)

Tuan Haji Azmil menjelaskan, filosofi E2L adalah fun, integrity, knowledgeable, inspiring, and revolutionary (Fikir).

Fun berarti pendidikan itu harus menyenangkan. Integrity sangat penting karena Islam mengajarkan integritas yang sekarang ini sekarang sudah lebur dalam diri pemimpin-pemimpin dunia,” ucapnya.

Menurutnya, knowledgeable harus dikuasai karena sekarang kita ada di dunia internet, dunia google yang memudahkan kita belajar benda yang baru.

“Kalau dulu, sulit jika harus mencari dunia baru, harus tanya guru dan mencari buku. Jadi, knowledge bukan saja mengetahui benda, tetapi bagaimana mempelajari benda yang baru, menguasai research, serta memfilter apa yang betul dan apa yang salah,” ucapnya.

Tuan Haji Azmil juga mengingatkan pendidikan harus inspiring yaitu menginspirasi anak-anak. “Yang terakhir adalah revolutionary. Pendidikan adalah industri yang terlambat menggunakan teknologi baru. Industri-industri yang lain telah mendahului. Ini ironi, bagaimana generasi bisa maju jika teknologi pendidikan kita mengalami keterlambatan dalam perkembangannya,” keluhnya.

Pada kesemptana tersebut, Tuan Haji Azmil yang didampingi rombongan rihlah ikut mengucapkan Selamat Milad Ke-2 PWMU.CO, yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2018. Terima kasih tuan. (Ria Eka Lestari).